Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Komisi IX Pertanyakan Kesiapan Vaksin Merah Putih 

Senin 07 Feb 2022 22:26 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Anshori Siregar, mempertanyakan kesiapan vaksin Merah Putih bisa selesai dilakukan uji klinik pada Juli dan dapat diproduksi pada Agustus 2022.

Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Anshori Siregar, mempertanyakan kesiapan vaksin Merah Putih bisa selesai dilakukan uji klinik pada Juli dan dapat diproduksi pada Agustus 2022.

Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
BPOM diminta jelaskan ke masyarakat vaksin merah putih betul-betul diproduksi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito, mengatakan bahwa vaksin Merah Putih diproduksi pada Agustus 2022.  Wakil Ketua Komisi IX DPR, Anshori Siregar, mempertanyakan kesiapan vaksin Merah Putih bisa selesai dilakukan uji klinik pada Juli dan dapat diproduksi pada Agustus 2022.

"Kalau waktu itu akhir 2020 itu kita konsisten gitu ya waktu itu kita rapatkan, maka vaksin anak bangsa ini akan dipakai akhir 2021. waktu itu ya, tapi karena kita tidak ada kekonsistenan, cuma main-main aja gitu ya, akhirnya tidak jadi vaksin anak bangsa itu akhir 2021," kata Anshori di dalam rapat dengar pendapat dengan BPOM hari ini, Senin (7/2).

Dirinya khawatir target produksi yang disampaikan BPOM tersebut kembali tidak dapat diwujudkan. Politikus PKS itu meminta agar BPOM meyakini masyarakat bahwa Agustus vaksin Merah Putih bisa betul-betul diproduksi.

"Sekarang ini saya bertanya pada ibu, kira-kira bu berapa persen kebenaran daripada komentar ibu ini bahwa vaksin anak bangsa ini akan selesai Agustus 2022, saya takut nanti begitu Agustus tahu-tahunya masih 2023, saya takutnya gitu, makanya saya tanya kira-kira ibu berapa persen ini?" ucapnya.

Anggota Komisi IX DPR, Dewi Asmara, juga meminta BPOM menjelaskan sudah sejauh mana tahapan uji klinis terhadap vaksin buatan dalam negeri. Diketahui ada empat jenis vaksin buatan dalam negeri yang tengah dalam proses pengembangan, antara lain vaksin Merah Putih kerja sama PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia dan Universitas Airlangga, vaksin covid 19 kerja sama Biofarma dengan Baylor College of Medicine, vaksin mRNA kerjasama dengan PT Etana Biotechologies Indonesia, serta vaksin Zivifax kerja sama PT JBio dan Anhui Zhifei Loncom.

"Kami mohon penjelasan satu persatu dan bagaimana tahapan pengembangan masing-masing seperti apa, apakah ada uji klinik di Indonesia, karena kami harap bisa jelas jangan sampai nanti ternyata bisa seperti sinovac minta uji klinis di Indonesia tapi diklaim sebagai vaksin yang dalam negerinya tidak bisa kita akui nanti yang mana nanti yang benar-benar vaksin dari kita sendiri," tutur politikus Partai Golkar itu.

Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai Gerindra Putih Sari, menyikapi langkah BPOM yang telah memberi persetujuan pelaksanaan uji klinik vaksin Merah Putih. Ia berharap BPOM dapat terus memberikan pendampingan.

"Mudah-mudahan ini Badan POM bisa terus melakukan pendampingan, karena ini salah satu produk anak bangsa yang kita bisa harapkan kedepan pengambangannya, bisa kita gunakan untuk situasi pandemi covid hari ini," ucapnya.

Menjawab itu Kepala BPOM, Penny Lukito, mengaku memiliki harapan besar bahwa vaksin Merah Putih bisa diproduksi pada Agustus 2022. BPOM yang mendampingi pengembangan vaksin Merah Putih sejak awal mengaku lega lantaran vaksin Merah Putih sudah melalui tahapan uji pra klinik.

"Saya kira kami BPOM yang sudah mendampingi betul-betul dari awal penelitiannya sekarang sudah lega, saya tidak berani mengatakan berapa persen, berapa persen ya saya mungkin harus koordinasi dengan teman-teman  tapi saya kira sudah lega lah sudah di atas, saya tidak akan mengatakan berapa persennya, tapi harapan itu sudah sangat besar sekali," tegasnya.

Sebelumnya BPOM telah mengaluarkan persetujuan pelaksanaan uji klinik terhadap vaksin Merah Putih kerja sama Unair dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia. Penny mengatakan jika uji klinik berjalan lancar maka penerbitan persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat atau emergency use authorization (EUA) Vaksin Merah Putih akan dikeluarkan pada Juli mendatang.

"Diperkirakan sekitar bulan Juli akan diberikan use authorizationnya apabila uji klinik berjalan dengan baik fase 1 dan 2 kemudian dilanjutkan fase 3 sekitar bulan April yang akan diperkirakan akan selesai bulan Juli," kata Penny dalam paparannya di rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR, Senin (7/2).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA