Ahad 06 Feb 2022 22:32 WIB

Ke Beijing untuk Hadiri Pembukaan Olimpiade, PM Papua Nugini Malah Positif Covid-19

PM Papua Nugini James Marape dinyatakan positif Covid-19 setibanya di Beijing

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih
Bendera nasional Tiongkok dikibarkan saat upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2022, Jumat, 4 Februari 2022, di Beijing.
Foto: AP Photo/Natacha Pisarenko
Bendera nasional Tiongkok dikibarkan saat upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2022, Jumat, 4 Februari 2022, di Beijing.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Perdana Menteri (PM) Papua Nugini James Marape dinyatakan positif Covid-19 setibanya di Beijing untuk menghadiri pembukaan Olimpiade Musim Dingin pada Kamis (3/2/2022) lalu. Dia membatalkan perjalanannya ke Prancis untuk pertemuan puncak Indo-Pasifik yang dijadwalkan pada pekan depan.

"Perdana Menteri Marape sekarang akan membatalkan perjalanan Prancis ini karena pembatasan Covid-19, setelah mengembalikan hasil tes positif setibanya di Beijing Kamis malam lalu," kata kantor perdana menteri dalam pernyataan di halaman Facebooknya, Ahad (6/2/2022).

Baca Juga

Kantor perdana menteri mengatakan Marape akan kembali ke Papua Nugini (PNG) pada Ahad. Namun pihaknya tidak akan mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang kondisinya.

Menurut sebuah pernyataan yang diunggah di situs web National Control Center for Covid-19 PNG, Marape telah menerima dosis penguat atau booster covid untuk melawan virus corona pada 24 Januari. Pada Sabtu (5/2/2022) saat berada di Beijing, Marape mengadakan pertemuan virtual dengan Perdana Menteri China Li Keqiang untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi.

Pernyataan bersama yang diterbitkan di Kedutaan Besar China di Amerika Serikat setelah pertemuan tersebut menyatakan kedua pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, investasi, energi, sumber daya, dan infrastruktur. Marape akan melakukan perjalanan dari Beijing ke KTT Satu Laut di barat laut Prancis pada 9-11 Februari.

KTT itu diadakan dalam konteks Kepresidenan Prancis Dewan Uni Eropa, dengan dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Marape juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement