Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Penjualan Hyundai Januari 2022 Merosot Karena Kekurangan Chip

Sabtu 05 Feb 2022 09:17 WIB

Red: Friska Yolandha

Hyundai telah melakukan uji coba produksi mobil listrik di Hyundai Manufacturing Plant, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Hyundai mengatakan penjualannya turun 12 persen bulan lalu dari tahun sebelumnya di tengah kekurangan chip global.

Hyundai telah melakukan uji coba produksi mobil listrik di Hyundai Manufacturing Plant, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Hyundai mengatakan penjualannya turun 12 persen bulan lalu dari tahun sebelumnya di tengah kekurangan chip global.

Foto: dok. Istimewa
Penjualan keseluruhan Hyundai pada 2021 naik 3,9 persen menjadi 3,89 juta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produsen mobil terbesar Korea Selatan, Hyundai Motor Co mengatakan penjualannya turun 12 persen bulan lalu dari tahun sebelumnya di tengah kekurangan chip global. Hyundai Motor menjual 282.204 kendaraan pada Januari, turun dari 321.068 unit setahun sebelumnya, kata perusahaan itu, dikutip dari Yonhap, Sabtu (5/2/2022).

"Kami akan menyesuaikan jadwal produksi kendaraan untuk mengatasi kekurangan semikonduktor yang sedang berlangsung, sambil fokus pada peningkatan penjualan model-model baru dan meningkatkan profitabilitas," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Penjualan domestik turun 22 persen menjadi 46.205 unit dari 59.501 selama periode tersebut, karena kurangnya suku cadang semikonduktor terus mempengaruhi produksi dan penjualan kendaraan, kata pernyataan itu. Penjualan luar negeri juga turun 9,8 persen menjadi 235.999, dari 261.567 di tengah pandemi COVID-19 yang berkepanjangan.

Untuk keseluruhan tahun 2021, penjualan keseluruhan Hyundai naik 3,9 persen menjadi 3,89 juta mobil dari 3,74 juta unit di tahun sebelumnya. Ini telah menetapkan target penjualan 4,32 juta unit untuk tahun ini.

Sementara itu, Hyundai melanjutkan pengoperasian pabrik Asan setelah menangguhkannya dari 3-28 Januari untuk mempersiapkan produksi kendaraan listrik. Hyundai Motor akan menghentikan pabrik Asan dari 3-28 Januari untuk meningkatkan fasilitas sebelum memulai produksi EV tahun depan, kata perusahaan itu dalam pengajuan peraturan.

Pabrik Hyundai di Asan berkapasitas 300 ribu unit per tahun memproduksi sedan Sonata dan SUV Santa Fe. Hyundai sendiri memiliki tujuh pabrik domestik, lima di Ulsan, satu di Asan dan satu di Jeonju. Hyundai juga memiliki 10 pabrik di luar negeri, yaitu empat di China dan masing-masing satu di Amerika Serikat, Republik Ceko, Turki, Rusia, India, dan Brasil. Kapasitas gabungan mereka mencapai 5,5 juta kendaraan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA