Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Pendaki Hasilkan 1,5 Ton Sampah di Gunung Gede Pangrango

Kamis 03 Feb 2022 16:20 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Sejumlah pendaki berjalan melintasi kebun bawang di kampung Sarongge, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango , Cianjur , Jabar,

Sejumlah pendaki berjalan melintasi kebun bawang di kampung Sarongge, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango , Cianjur , Jabar,

Foto: Antara
Sebagian besar sampah plastik mi instan dan botol air mineral yang dibuang pendaki.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Seratusan relawan menurunkan 1,5 ton sampah yang sebagian besar sampah plastik bekas mi instan dan botol air mineral yang disisakan pendaki di Gunung Gede-Pangrango, Cianjur, Jawa Barat.

"Sampah plastik mendominasi seperti bungkus mi instan dan botol minuman plastik atau kaleng, seharusnya pencinta alam tidak meninggalkan sampah di atas gunung. Setiap tahun jumlahnya masih tinggi," kata relawan Gunung Gede-Pangrango, Niko Rastagil.

Baca Juga

Ia menjelaskan, setiap tahun, Balai Besar TNGGP Cianjur, menutup jalur pendakian untuk pemulihan ekosistem dan menggelar kegiatan bersih-bersih. Mulai dari jalur pendakian hingga puncak Gunung Gede-Pangrango, melibatkan ratusan relawan dari berbagai daerah.

Namun setiap tahun, sampah yang ditinggalkan pendaki masih tetap tinggi. Pihaknya berharap tingkat kesadaran pendaki untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam benar-benar terjaga karena sebelum melakukan pendakian, petugas sudah mengimbau agar membawa sampah kembali ke bawah.

"Mungkin mereka hanya pendaki dadakan, sehingga tidak tahu bagaimana merawat alam, semoga ini menjadi perhatian bagi semua pendaki agar tidak lagi menyisakan sampah karena sudah jelas sampah plastik susah dileburnya," kata Niko.

Ia menambahkan operasi sampah tersebut, dilakukan di tiga pintu masuk Gunung Gede-Pangrango, pintu masuk Gunung Putri-Cianjur, pintu masuk Cibodas-Cianjur dan pintu masuk Salabintana-Sukabumi, seratusan relawan dibagi menjadi tiga kelompok.

"Ini agenda tahunan sehingga setiap akhir dan awal tahun pendakian ditutup karena pengelola melakukan pemulihan dan pembersihan sampah di sepanjang jalur pendakian hingga puncak gunung khususnya alun-alun Suryakancana," katanya.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA