Kamis 03 Feb 2022 13:52 WIB

95 Persen Pasien Covid-19 di Banjarmasin tanpa Gejala

Hingga kini, kasus Covid-19 baru di Banjarmasin tercatat 224 orang.

Hingga kini, kasus Covid-19 baru di Banjarmasin tercatat 224 orang.
Foto: Prayogi/Republika.
Hingga kini, kasus Covid-19 baru di Banjarmasin tercatat 224 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Machli Riyadi, menyampaikan, sekitar 95 persen yang terpapar COVID-19 saat ini di kotanya tanpa gejala. Menurut Machli, hingga kemarin  Rabu (2/2/2022), kasus aktif COVID-19 di Kota Banjarmasin sebanyak 224 orang yang terpapar, sebagian besarnya tanpa mengalami gejala, diketahui setelah tes PCR.

"Kita imbau tidak usah panik tapi tetap waspada," katanya, Kamis (3/2/2022).

Baca Juga

Dia pun menyampaikan agar semuanya waspada karena kenaikan kasus COVID-19 saat ini cukup signifikan, hingga semua harus meninggalkan penerapan protokol kesehatan. "Mereka yang positif kita minta isolasi mandiri selama 5 hari. Terus saja berolahraga, makan buah-buahan dan vitamin," ujarnya.

Menurut dia, yang bergejala sekitar 5 persen sebagiannya ada yang dirawat di rumah sakit, kondisinya terpantau baik. Machli pun menyampaikan, diantara warga Kota Banjarmasin yang terpapar COVID-19 saat ini cukup banyak juga pelajar, yakni, terdeteksi sebanyak 44 orang.

"Ini diketahui dari hasil uji sampel secara acak terhadap 229 anak. Baik untuk tingkat SD maupun SMP," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, ada empat sekolah SMP yang kembali melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena terdapat siswa yang terpapar COVID-19. "Jadi kita minta di sekolah juga ditingkatkan penerapan protokol kesehatan," ujarnya.

Yang tentunya diwaspadai, kata Machli Riyadi, di masa saat ini adalah kelompok warga yang lanjut usia (Lansia), karena sangat rentan terpapar COVID-19 secara berat. Apalagi, tutur Machli Riyadi, program vaksinasi COVID-19 bagi Lansia ini masih rendah, baru mencapai angka 49,51 persen dari target sasaran sekitar 45 ribu.

"Makanya kita terus menggiatkan ini program vaksinasi, termasuk vaksin booster," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement