Rabu 02 Feb 2022 17:32 WIB

Pemkot Bandarlampung Gelar Pasar Murah Minyak Goreng

Pasar murah ini dilakukan agar masyarakat dapat terbantu memenuhi kebutuhannya.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Ilustrasi pasar murah. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Provinsi Lampung, mulai menggelar operasi pasar murah.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ilustrasi pasar murah. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Provinsi Lampung, mulai menggelar operasi pasar murah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Provinsi Lampung, mulai menggelar operasi pasar murah guna menekan harga minyak goreng yang relatif masih tinggi di pasaran.

"Pasar murah ini dilakukan agar masyarakat dapat terbantu memenuhi kebutuhan rumah tangga khususnya minyak goreng," kata Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwianadi Bandarlampung, Rabu (2/2/2022).

Baca Juga

Pada pasar murah ini, pemkot tidak hanya menyediakan minyak goreng saja namun kebutuhan pokok lainnya seperti gula putih, telur, tepung terigu dan beras. "Selain itu juga kami memberikan 500 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Besok Insya Allah akan ada lagi pasar murah ini tapi di lokasi berbada," kata dia.

Eva mengungkapkan bahwa operasi pasar murah tahap pertama yang dilakukan pemkot ini akan menyasar tujuh kecamatan, namun secara bertahap apabila keuangan daerah sudah sehat akan dilakukan di 20 kecamatan. "Insya Allah ini akan berkelanjutan, besok ada lagi dan ini akan kita bicarakan lagi. Kalau pendapatan kita banyak tidak hanya tujuh kecamatan yang kita sasar tapi 20 kecamatan," ujarnya.

Ia pun mengimbau agar perusahaan-perusahaan yang menjual minyak goreng tidak menimbunnya dan segera disalurkan ke masyarakat dengan harga yang sesuai. "Untuk masyarakat juga saya harap jangan panic buying," ujarnya.

Sementara itu, Warga Bandarlampung yang datang pada OP murah di Kelurahan Sawah Brebes Bandarlampung, Nurlela (59 tahun) memanfaatkan momen pasar murah tersebut untuk membeli barang-barang sesuai kebutuhan saja, terlebih, pembelian dibatasi untuk setiap orang. "Enggak beli banyak, sesuai kebutuhan saja, kan dibatasi pembelinya," kata Nurlela.

Ia menyebutkan, mendapatkan gula pasir dengan harga Rp 10.000 per kilogram, minyak goreng seharga Rp 13.000 per kilogram, mi instan seharga Rp 5.000 per 3 bungkus, dan susu seharga Rp 7.000 per kaleng. "Saya harap harga minyak goreng kembali normal lagi, kemudian harga barang-barang lainnya juga bisa lebih murah lagi biar kita lebih makmur. Kalau semua harganya mahal kan bingung juga rakyat ini," kata Nurlela.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement