Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Greenwood tidak Sendiri, Sepak Bola Britania Memang Darurat Kekerasan Seksual

Selasa 01 Feb 2022 18:30 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Mason Greenwood dari Manchester United bereaksi selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Burnley FC di Manchester, Inggris, beberapa waktu lalu..

Mason Greenwood dari Manchester United bereaksi selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Burnley FC di Manchester, Inggris, beberapa waktu lalu..

Foto: EPA-EFE/Stu Forster
Manchester United pun tidak mengizinkan Greenwood ikut latihan.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Mason Greenwood merupakan sosok terbaru dalam sepak bola Inggris yang tersangkut kasus kekerasan terhadap perempuan. Dikutip dari Marca, Selasa (1/2/2022), dalam beberapa bulan terakhir, sebelum Greenwood, ada Ryan Giggs, dan Benjamin Mendy yang mengalami kasus serupa. Kasus penyerang Manchester United itu membuat masalah kekerasan terhadap perempuan yang ada dalam sepak bola Inggris dan secara umum menjadi sorotan.

Kasus Greenwood menjadi yang terbaru. Pemain berusia 20 tahun itu dituduh melakukan kekerasan kepada pacarnya, Harriet Robson. Greenwood disebut melakukan upaya pemerkosaan dengan kekerasan, setelah Robson mempublikasikan video dan audio dirinya mengalami luka-luka, yang disebabkan oleh Greenwood. 

Baca Juga

Greenwood dilaporkan memaksa Robson untuk melakukan hubungan seksual. Akibat peristiwa itu, Manchester United pun tidak mengizinkan Greenwood ikut latihan, sementara rekan setimnya tidak lagi berteman di media sosial. Bahkan, Nike memangkas kerjasama sponsorship dengannya. 

Kasus Greenwood memang tidak sama dengan Mendy, yang disangkakan tujuh kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap lima perempuan antara Oktober 2020 dan Agustus 2021. Mendy sudah ditahan sejak Agustus dan akan dilepas awal tahun ini, sembari menunggu keputusan apakah ia bersalah atau tidak pada 27 Juni. 

Sementara Ryan Giggs, manajer Wales dan mantan pemain Manchester United, juga sedang menunggu putusan pengadilan, setelah ditahan pada November 2020. Giggs dilaporkan karena melakukan kekerasan psikologis dan menyerang saudara perempuan pacarnya. Pria asal Wales itu kemudian dicopot sementara dari posisinya sebagai pelatih tim nasional negaranya dan menunggu waktu untuk dipenjara.

Tidak berhenti di situ. Salah seorang pemain Everton juga ditahan atas dugaan kekerasan seksual terhadap anak dan diskors oleh klub. Selain di lingkaran pesepak bola, kasus kekerasan seksual juga meningkat setelah Inggris kalah dari Italia di Euro 2020, 90 persen korbannya adalah perempuan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA