Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Mayoritas Wilayah Indonesia Alami Puncak Musim Hujan Hingga Februari 2022

Selasa 01 Feb 2022 15:10 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjuk peta sebaran awan dan potensi hujan hasil penginderaan Satelit Palapa C2. (Ilustrasi)

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjuk peta sebaran awan dan potensi hujan hasil penginderaan Satelit Palapa C2. (Ilustrasi)

Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Maluku dan sebagian Papua yang puncak musim hujannya diperkirakan Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musim hujan masih terjadi di banyak wilayah Indonesia hingga akhir Januari 2022. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) memperkirakan, puncak musim hujan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia selama Januari hingga Februari 2022 mendatang.

"Selama Januari-Februari 2022, sebagian besar wilayah Indonesia memang dalam periode puncak musim hujan. Kecuali di Maluku dan sebagian Papua yang puncak musim hujannya (diperkirakan) terjadi pada Mei," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Rajab, Senin (31/1/2022).

Baca Juga

Di periode puncak musim hujan seperti saat ini, hujan dengan periode lama berpotensi terjadi. Setelah Februari, dia melanjutkan, bukan berarti hujan berhenti. BMKG memperkirakan, musim hujan baru benar-benar berakhir sekitar April hingga Mei mendatang.

Terkait kemungkinan musim hujan yang bisa mengganggu penerbangan atau pelayaran, Fachri memiliki jawaban tersendiri. Ia menjelaskan, BMKG terus memperbarui informasi cuaca dalam berbagai rentang waktu.

"Kami (BMKG) informasikan terus. Kalau ada potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu operasional transportasi, kami informasikan pada otoritas penyelenggaraan transportasi," ujarnya.

Ia mengeklaim, petugas BMKG, baik di jajaran pusat maupun daerah juga selalu berkoordinasi dengan otoritas pemerintah daerah setempat, kemudian TNI/polri, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kendati demikian, Fachri mengakui periode puncak musim hujan seperti saat ini berpotensi menyebabkan bencana meteorologi yang memerlukan kewaspadaan semua pihak.

Dia meminta masyarakat terus memantau informasi bencana BMKG. Selain itu, ia meminta masyarakat di lingkungan rumah masing-masing memastikan saluran air siap menerima tampungan air, kemudian jika ada pohon yang tua dan rimbun bisa mulai dipangkas, hingga memastikan sungai siap menerima aliran air hujan.

"Kemudian masyarakat yang beraktivitas di luar supaya menyiapkan diri terkait potensi terjadi hujan, terutama yang banyak berkendara roda dua. Lebih berhati-hati," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA