Selasa 01 Feb 2022 08:33 WIB

Investree-Pemprov Jabar Kolaborasi Danai UKM

Bank BJB resmi bergabung menjadi Pemberi Pinjaman atau Lender Institusi Investree.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya
Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan optimismenya terhadap pertumbuhan UKM di Indonesia.
Foto: Investree
Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan optimismenya terhadap pertumbuhan UKM di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Investree menandatangani perjanjian kerja sama loan channeling dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Seremonial ini menjadi salah satu agenda dalam acara pamungkas Peresmian Program Pendanaan Online (Panon) Jabar yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) yang bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Dalam hal ini, Bank BJB resmi bergabung menjadi Pemberi Pinjaman atau Lender Institusi Investree.  Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi mengatakan kedua pihak memiliki visi-misi sama yaitu mengimplementasikan upaya pemberdayaan pelaku UKM khususnya Bandung dan Jawa Barat pada masa pemulihan ekonomi saat ini. 

Baca Juga

"Soal fungsi fintech bagi perbankan dan sebaliknya, tidak perlu ditanya lagi bahwa kami ada untuk saling melengkapi," katanya dalam keterangan pers, Senin (31/1/2022).

Menurutnya, Bank BJB akan menambah kekuatan Investree dalam memberikan dukungan pembiayaan bagi lebih banyak pelaku usaha Jawa Barat yang ada dalam ekosistem Investree. Kerja sama ini dapat membantu lebih banyak pelaku UKM di Jawa Barat untuk semakin berdaya dan tangguh pascapandemi.

Kemitraan memudahkan Bank BJB sebagai Lender Institusi dalam mendanai penawaran pinjaman yang diajukan oleh peminjam atau borrower yang mayoritas adalah pegiat UKM dari berbagai sektor usaha. Terutama badan usaha yang belum memenuhi persyaratan perbankan dalam memperoleh pinjaman dan berdomisili di Bandung dan Jawa Barat.

Dari setiap fact sheet yang nantinya disediakan oleh pihak Investree, Bank BJB akan memilih penawaran pinjaman sesuai dengan preferensi maupun profil risikonya. Untuk saat ini, penyaluran pembiayaan tidak terbatas pada bidang atau sektor usaha tertentu.

"Borrower dari bidang usaha apapun memiliki kesempatan untuk bisa dibiayai oleh Bank BJB," katanya.

Lebih lanjut, Adrian menambahkan, sejumlah nama besar perbankan dan institusi keuangan lainnya telah menjadi Lender Institusi di Investree. Antara lain Bank BRI, Bank Mandiri, Bank Danamon, Bank Raya, Bank Jago, Accial Capital, Saison Modern Finance, dan GMO Payment Gateway.

Seremonial kerja sama ini termasuk dalam agenda acara Peresmian Program Pendanaan Online (Panon) Jabar yang diprakarsai oleh Pemprov Jabar dan AFPI. Investree menjadi salah satu platform yang terdaftar untuk program pembiayaan pada situs pengadaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan e-catalogue Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, ada beberapa platform atau anggota fintech lending produktif lainnya yang berada di bawah naungan AFPI. Pada para pelaku UKM Jawa Bara, Investree menawarkan pembiayaan hingga Rp da miliar dengan tenor sampai enam bulan, tingkat bunga kompetitif mulai dari 12 persen per tahun.

"Pinjaman ini tidak membutuhkan agunan berupa aset tetap, proses aplikasi online, cepat, dan transparan, serta verifikasi proyek secara otomatis," katanya.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan, kerja sama ini sejalan dengan cita-cita pemerintah pusat yang mendorong kolaborasi antar industri. Jawa Barat juga sedang dalam mode full speed terkait proses digitalisasi pada berbagai aspek, termasuk permodalan atau pembiayaan UKM.

"Itu semua kami implementasikan dalam program Digital Society. Setelah adanya Covid-19, semua berubah. Di sinilah pemimpin harus beradaptasi, termasuk kami," katanya.

Melalui kerja sama dengan platform fintech lending produktif, UKM yang menang tender, punya SPK, dan berkualitas dapat dibiayai agar bisnisnya semakin bertumbuh. Ini akan menjadi solusi strategis untuk mengatasi permasalahan permodalan UKM di Jawa Barat.

Diseminasi pendanaan online Jabar ini sangat relevan dengan tujuan AFPI dalam menghidupkan ekosistem keuangan digital seraya memperkuat perkembangan bisnis UKM. Harapannya, program kolaborasi dapat membantu pelaku UKM pemenang tender LPSE dalam melancarkan proyek dan mengamankan arus kas perusahaan mereka.

Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi LKPP, Gatot Pambudhi menyampaikan pentingnya dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha yang sedang berkembang. Terutama di wilayah Jawa Barat sebagai provinsi kedua terbanyak yang memanfaatkan fasilitas pinjaman online di Indonesia.

"Menariknya pada akhir 2021, masih ada outstanding pinjaman sebesar Rp 7,4 triliun dan jenis pinjaman menjadi didominasi oleh produktif dengan persentase 56 persen," katanya.

Kolaborasi yang dilaksanakan oleh banyak pihak termasuk Investree, Pemprov Jabar, AFPI, OJK, dan LKPP/LPSE ini merupakan salah satu upaya penguatan komunitas besar UKM dan keuangan di Jawa Barat. Diharapkan semua pihak yang terlibat dari hulu ke hilir dapat merasakan manfaat dari kerja sama ini terutama pelaku UKM.

Turut dihadirkan sesi presentasi oleh perusahaan fintech lending di mana masing-masing perwakilan perusahaan memperlihatkan tata cara pembiayaan bagi pelaku UKM pemenang tender pada situs pengadaan LPSE dan e-catalogue Pemprov Jabar. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement