Selasa 01 Feb 2022 04:33 WIB

Perdana Meneri Kanada Justin Trudeau: Islamofobia tidak dapat diterima!

Perdana Menteri Kanada ingin membuat komunitas Muslim Kanada hidup dengan aman

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau tiba di penyambutan para pemimpin selama KTT G7 di Carbis Bay, Inggris, 11 Juni 2021.
Foto: EPA-EFE/NEIL HALL/POOL
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau tiba di penyambutan para pemimpin selama KTT G7 di Carbis Bay, Inggris, 11 Juni 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada hari Sabtu lalu mengatakan bahwa Islamofobia tidak dapat diterima dengan biaya berapa pun dan berjanji untuk membuat negaranya lebih aman bagi umat Islam.

Melalui Twitternya, perdana menteri Kanada menulis: "Islamofobia tidak dapat diterima. Berhenti total. Kita perlu mengakhiri kebencian ini dan membuat komunitas kita lebih aman bagi Muslim Kanada. Untuk membantu itu, kami bermaksud menunjuk Perwakilan Khusus untuk memerangi Islamofobia."

Seperti dilanasir situs berita geo.tv, pada hari Sabtu lalu (29/1/2022), Menteri Perumahan dan Keanekaragaman dan Inklusi Kanada Ahmed Hussen menyoroti niat pemerintah federal untuk menunjuk seorang perwakilan khusus untuk memerangi Islamofobia. Dia mengatakan bahwa "penunjukan ini akan menjadi bagian dari Strategi Anti-Rasisme Pemerintah Kanada yang diperbarui." Hal ini merujuk sebuah pernyataan.dikeluarkan oleh Pemerintah Kanada sebelumnya mengatakannya.

Pada setahun silam, pemerintah Kanada telah mengumumkan niatnya untuk menjadikan tanggal 29 Januari sebagai Hari Peringatan Nasional Serangan dan Aksi Masjid Kota Quebec terhadap Islamofobia.

"Tahun ini, pada malam peringatan lima tahun aksi teror ini, Pemerintah Kanada mendukung dan mendukung komunitas Muslim di seluruh Kanada dan menegaskan kembali komitmennya untuk mengambil tindakan guna mengecam dan mengatasi Islamofobia segala kekerasan yang dipicu oleh rasa kebencian," kata pernyataan itu.

Pernyataan pemerintah Kanada itu selanjutnya menegaskan bila soal Islamofobia pada saat ini adalah kenyataan nyata dan sehari-hari bagi komunitas Muslim di Kanada dan di seluruh dunia. "Saat kita menghormati para korban, kita harus ingat bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk memerangi diskriminasi dan terus membangun Kanada yang lebih inklusif," tegas pernyataan tersebut.

“Itulah sebabnya pemerintah federal Kanda mengadakan KTT Nasional virtual tentang Islamofobia pada Juli 2021. Penunjukan perwakilan khusus adalah salah satu rekomendasi yang diajukan selama KTT dan akan menjadi langkah tambahan dalam pekerjaan berkelanjutan pemerintah melalui Strategi Anti-Rasisme Kanada untuk mengatasi Islamofobia dalam segala bentuknya.”

Lebih lanjut ditambahkan bahwa menghadapi Islamofobia pada saat ini merupakan bagian penting dari strategi yang disebutkan di atas karena mencakup pendekatan seluruh pemerintah untuk mengatasi rasisme sistemik dengan pengetahuan dan keahlian khusus melalui Sekretariat Anti-Rasisme Federal, Nanti akan ikut serta juga investasi untuk memberdayakan masyarakat agar memerangi berbagai bentuk rasisme, termasuk Islamofobia, dan untuk memajukan inisiatif literasi digital dan sipil yang menangani disinformasi online dan ujaran kebencian.

"Kami berkomitmen untuk memperbarui Strategi Anti-Rasisme pada 2022 dengan Rencana Aksi Nasional. Tujuannya untuk memperluas upaya kami memerangi kebencian dan rasisme. Rincian tentang peran dan mandat perwakilan khusus akan dikonfirmasi di kemudian hari," kata pernyataan itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement