Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Tafsir Surat Hud Ayat 9-11: Penjelasan Alquran Jika Manusia tidak Sabar dan Bersyukur

Senin 31 Jan 2022 17:11 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi bersyukur. Tafsir Surat Hud Ayat 9-11: Penjelasan Alquran Jika Manusia tidak Sabar dan Bersyukur

Ilustrasi bersyukur. Tafsir Surat Hud Ayat 9-11: Penjelasan Alquran Jika Manusia tidak Sabar dan Bersyukur

Foto: Time
Alquran menerangkan bahayanya orang-orang yang tidak punya sifat sabar dan bersyukur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran menerangkan bahayanya orang-orang yang tidak punya sifat sabar dan bersyukur. Jika mereka diberi nikmat kemudian dicabut nikmatnya, mereka akan putus asa dan tidak bisa bersyukur atas nikmat lain yang masih ada pada dirinya.

Sementara, jika mereka diberi nikmat dan kebahagiaan setelah kesulitan, mereka akan bersikap bangga dan sombong, sambil tidak bersyukur kepada Allah. Kecuali orang-orang yang bersabar dan berbuat kebajikan, saat dalam kesempitan (kesulitan) atau kelonggaran (bahagia).

Baca Juga

Hal ini dijelaskan dalam Surat Hud Ayat 9-11 dan tafsirnya.

وَلَىِٕنْ اَذَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنٰهَا مِنْهُۚ اِنَّهٗ لَيَـُٔوْسٌ كَفُوْرٌ

Dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) Kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih. (QS Hud: 9)

Tafsir Kementerian Agama menerangkan, dalam ayat ini Allah menjelaskan jika Allah memberikan kepada manusia suatu macam nikmat, sebagai karunia-Nya seperti kemurahan rezeki, keuntungan dalam perdagangan, kesehatan badan, keamanan dalam negeri, dan anak-anak yang soleh. Kemudian Allah mencabut nikmat-nikmat itu, maka manusia segera berubah tabiatnya menjadi orang yang putus asa.

Mereka hanya memperlihatkan keingkaran dan tidak lagi menghargai nikmat-nikmat yang masih ada padanya. Di samping putus asa akan hilangnya nikmat itu, mereka juga ingkar kepada nikmat-nikmat yang masih ada padanya. Hal itu disebabkan karena mereka tidak memiliki dua sifat yang utama, yaitu kesabaran dan kesyukuran.

وَلَىِٕنْ اَذَقْنٰهُ نَعْمَاۤءَ بَعْدَ ضَرَّاۤءَ مَسَّتْهُ لَيَقُوْلَنَّ ذَهَبَ السَّيِّاٰتُ عَنِّيْ ۗاِنَّهٗ لَفَرِحٌ فَخُوْرٌۙ

Dan jika Kami berikan kebahagiaan kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, “Telah hilang bencana itu dariku.” Sesungguhnya dia (merasa) sangat gembira dan bangga, (QS Hud: 10)

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA