Senin 31 Jan 2022 12:41 WIB

'NU Tunjukkan Wajah Islam yang Ramah di Mata Dunia'

kekuatan NU potensial untuk menggulirkan agenda strategis nasional.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Agus raharjo
Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan tentang perkembangan kasus COVID-19 khususnya varian Omicron di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/1/2022). Presiden Joko Widodo menyampaikan kasus penularan COVID-19 varian Omicron akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan, namun demikian Joko Widodo meminta seluruh masyarakat tidak panik dan tetap menjaga protokol kesehatan serta mengurangi aktivitas yang tidak perlu.
Foto: ANTARA/Biro Pers dan Media Setpres
Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan tentang perkembangan kasus COVID-19 khususnya varian Omicron di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/1/2022). Presiden Joko Widodo menyampaikan kasus penularan COVID-19 varian Omicron akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan, namun demikian Joko Widodo meminta seluruh masyarakat tidak panik dan tetap menjaga protokol kesehatan serta mengurangi aktivitas yang tidak perlu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara pengukuhan Pengurus Besar dan harlah ke-96 Nahdlatul Ulama di Balikpapan, Senin (31/1). Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasinya kepada NU yang selama ini telah menjaga NKRI dan Pancasila.

Jokowi mengatakan, selama ini NU terus mendorong moderasi beragama, bertoleransi, dan juga kebangsaan. Selain itu, NU juga mampu menunjukan wajah Islam dan wajah Indonesia yang ramah di mata dunia.

Baca Juga

“Dan menunjukan agama dan budaya yang bersanding saling memperkaya satu sama lain. Semua ini telah membuat Indonesia menjadi bangsa bersatu dalam keberagaman dan menjadi rujukan bagi bangsa-bangsa lain,” kata Jokowi, Senin (31/1/2022).

Jokowi menyampaikan, NU memiliki kekuatan yang sangat besar yang tak hanya berkontribusi bagi Indonesia namun juga bagi dunia. Banyaknya jumlah warga NU serta jaringan organisasi yang sangat lengkap dan tersebar di seluruh pelosok daerah serta di luar negeri menjadi potensi bangsa yang sangat besar.

Selain itu, NU juga memiliki berbagai talenta muda hebat di berbagai profesi. Jokowi menyebut, kontribusi NU paling utama selama ini yakni peran besar para ulama besar yang menjadi sumber tuntunan umat.

“Tapi semakin banyaknya warga Nahdiyin yang cendikiawan, kaum professional, wirausaha, dan para teknolog, akan membuat NU semakin memberikan warna dalam dunia baru yang semakin berubah,” ujarnya.

Jokowi meyakini, melalui jaringan organisasi NU yang sangat luas bahkan hingga luar negeri akan menjadi kekuatan besar. Kekuatan ini sangat potensial untuk menggulirkan agenda-agenda strategis nasional dan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa dan juga kemanusiaan.

“Semua potensi itu perlu dijahit, perlu dirajut dalam rumah besar NU. Sehingga NU bisa makin berperan dalam kemandirian dan kemajuan bangsa. Semakin berperan dalam dunia yang penuh perubahan dan disrupsi, dengan dunia yang semakin diwarnai oleh ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Jokowi.  

Dalam kesempatan ini, Presiden pun menyampaikan selamat atas pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. “Atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia, saya menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus PBNU masa khidmat tahun 2022-2027 di bawah kepemimpinan Rais Aam Miftachul Akhyar dan ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf,” kata Jokowi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement