Senin 31 Jan 2022 10:53 WIB

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Cirebon Akibat Sungai Meluap

Banjir merendam 209 rumah di dua desa yakni di Lemahabang dan Tuk Karangsuwung.

Warga melintasi banjir yang merendam di desa Wanakaya, Kecamatan Gunungjati, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (8/2/2020). (Ilustrasi)
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Warga melintasi banjir yang merendam di desa Wanakaya, Kecamatan Gunungjati, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (8/2/2020). (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mendata sedikitnya 209 unit rumah di dua desa terendam banjir setinggi 120 sentimeter. Banjir melanda setelah wilayah Cirebon diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

"Banjir sempat merendam 209 unit rumah di dua desa, yaitu Lemahabang dan Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan di Cirebon, Senin (31/1/2022).

Baca Juga

Alex mengatakan banjir yang melanda ratusan rumah di dua desa tersebut, setelah daerah itu diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan mengakibatkan aliran sungai Singaraja meluap. Sehingga, lanjut Alex, rumah warga terutama yang berada di bantaran sungai itu terendam banjir dengan ketinggian mulai dari 80 sampai 120 sentimeter.

Kejadian banjir tersebut, kata Alex, terjadi pada Ahad (30/1/2022) malam sekitar pukul 19.00 WIB dan mengakibatkan puluhan warga sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman. "Saat ini banjir sudah surut dan warga juga telah kembali ke rumah masing-masing, untuk membersihkan sisa banjir," tuturnya.

Alex mengatakan pada kejadian banjir kali ini memang tidak terlalu lama, hanya beberapa jam setelah air masuk ke rumah langsung surut kembali. Ia mengimbau warga yang tinggal di daerah langganan banjir untuk waspada, apalagi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. "Langkah kedaruratan sudah kami lakukan, dengan melakukan evakuasi warga yang membutuhkan," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement