Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Muslim Kanada Beri Usulan untuk Akhiri Islamofobia

Senin 31 Jan 2022 01:51 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

Warga menghadiri peringatan keluarga Muslim yang ditabrak di luar Masjid London Muslim, London, Kanada, Selasa (8/6). Polisi mengatakan penabrakan itu didasari kebencian.

Warga menghadiri peringatan keluarga Muslim yang ditabrak di luar Masjid London Muslim, London, Kanada, Selasa (8/6). Polisi mengatakan penabrakan itu didasari kebencian.

Foto: Nathan Denette/Pool via REUTERS
Islamofobia masih jadi tantangan Muslim Kanada.

REPUBLIKA.CO.ID, ONTARIO -- Ketua Asosiasi Muslim Newfoundland dan Labrador mengatakan keputusan pemerintah federal untuk mendedikasikan satu hari untuk memerangi Islamofobia tidak cukup jauh.

"Sejauh yang saya lihat, ini baru langkah awal. Langkah-langkah yang lebih konkrit harus diambil sebelum kita merasa nyaman," kata Presiden Asosiasi Muslim Newfoundland dan Labrador (MANAL), Syed Mansoor Pirzada, dilansir dari laman CBC, Ahad (30/1/2022).

Baca Juga

Pemerintah federal mendeklarasikan 29 Januari sebagai Hari Peringatan untuk Serangan Masjid Kota Quebec dan Aksi Melawan Islamofobia pada tahun 2021.

Tapi Pirzada mengatakan satu-satunya cara untuk memberantas Islamofobia yang dia lihat sebagai ancaman eksistensial bagi komunitas Muslim di provinsi itu adalah di tingkat federal, dalam bentuk undang-undang kejahatan rasial khusus.

"Kata-kata hanya sampai sejauh ini. Kerusakan sudah terjadi. Jadi mengapa kita tidak bisa mencegah kerusakan lebih lanjut?," kata Pirzada.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA