Senin 31 Jan 2022 01:12 WIB

Prevalensi Stunting Balita Sulbar Tertinggi di Polman

Dinked Sulbar telah menyusun program penurunan angka prevelansi stunting

Petugas kesehatan mengukur lingkaran pergelangan tangan balita saat pelaksanaan Pos Pelayanan Keluarga Berencana Kesehatan Terpadu (Posyandu) di Desa Toabo, Kecamatan Papalang, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (3/11/2021). Kegiatan posyandu tersebut dilakukan untuk menghindari kasus stunting pada anak dengan memberikan vitamin A dan suntikan imunisasi.
Foto: ANTARA/Akbar Tado
Petugas kesehatan mengukur lingkaran pergelangan tangan balita saat pelaksanaan Pos Pelayanan Keluarga Berencana Kesehatan Terpadu (Posyandu) di Desa Toabo, Kecamatan Papalang, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (3/11/2021). Kegiatan posyandu tersebut dilakukan untuk menghindari kasus stunting pada anak dengan memberikan vitamin A dan suntikan imunisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU--Prevalensi stunting balita di Provinsi Sulawesi Barat tertinggi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) berdasarkan data kesehatan pemerintah provinsi setempat."Stunting adalah kekurangan gizi pada bayi di 1000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr Marintani Erna Dochri di Mamuju, Ahad (30/1).

Ia mengatakan, berdasarkan hasil studi status gizi (SDGI) 2021 menunjukkan prevalensi stunting balita di Sulbar sebesar 33.8 persen. Menurut dia, kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulbar adalah Kabupaten Polman mencapai 36 persen kemudian disusul Kabupaten Majene mencapai 35,7 persen. Selain itu Kabupaten Mamasa 33,7 persen, Kabupaten Mamuju 30,3 persen , Kabupaten Pasangkayu 28,6 persen."Daerah dengan prevalensi stunting terendah di Sulbar, adalah Kabupaten Mamuju Tengah 26,3 persen," katanya.

Baca Juga

Dinas kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulbar telah menyusun program penurunan angka prevelansi stunting melalui rencana pembangunan daerah (RPD) 2023-2026 untuk meningkatkan sumber daya manusia di Sulbar. Ia mengatakan, RPD bidang kesehatan untuk membangun indeks Pembangunan Manusia dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dan menurunnya prevalensi Stunting di Sulbar.

Menurut dia, pembangunan isu starategis kesehatan Dinkes Sulbar disusun secara terencana melalui pendanaan indikatif yang berkelanjutan serta terukur melalui target indikator kinerja kegiatan setiap tahun.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement