Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Airlangga Klaim Stok Minyak Goreng Rp 14.000 per Liter Masih Banyak

Ahad 30 Jan 2022 18:08 WIB

Red: Andri Saubani

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) mengklaim stok minyak goreng harga Rp 14.000 per liter masih banyak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) mengklaim stok minyak goreng harga Rp 14.000 per liter masih banyak.

Foto: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Menurut Airlangga, harga minyak goreng akan mengalami penurunan secara bertahap.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan minyak goreng yang menggunakan patokan harga eceran tertinggi (HET). Karena, menurutnya, stoknya masih banyak.

"Harga per 1 Februari 2022 yang dipatok pemerintah Rp14.000 per liter untuk yang premium, Rp13.500 untuk yang packing sederhana, dan Rp11.500 yang curah, ini diharapkan bisa terus digelontorkan. Jadi stok banyak, tidak perlu takut kehabisan stok," kata Airlangga di Semarang, Ahad (31/1/2022).

Baca Juga

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar itu menyebut harga minyak goreng di pasaran akan mengalami penurunan secara bertahap pascapenerapan kebijakan satu harga Rp14.000 per liter.

"Itu bertahap, per 1 Februari nanti akan digelontorin. Ya, inikan semua bertahap, dan diharapkan besok sebagian sudah bisa. Ya, tentu mereka ada yang ngehabisin stok, kemudian mulai dengan stok baru," ujarnya yang juga pembina Kelompok UMKM usAHA.

Menurut Airlangga, dengan penetapan kebijakan harga eceran tertinggi minyak goreng tersebut, masyarakat diharapkan tidak perlu berebut yang akan membuat kelangkaan stok.

Hal tersebut disampaikan Airlangga usai berbincang dengan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Semarang yang tergabung dalam Kelompok UMKM usAHA.

Para pelaku UMKM yang hadir di acara tersebut mengaku sangat berharap harga minyak goreng yang terjangkau bisa benar-benar ada di pasaran sebab sebelumnya meski ada kebijakan minyak goreng subsidi Rp 14.000 per liter, namun sulit didapatkan di pasaran.

sumber : antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA