Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

Ribuan Orang di Ibu Kota Kanada Protes Mandat Vaksin

Ahad 30 Jan 2022 09:23 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

Pengemudi truk berkonvoi menuju Parliament Hill di Ottawa, Kanada, Sabtu (29/1/2022). Mereka memprotes mandat vaksin.

Pengemudi truk berkonvoi menuju Parliament Hill di Ottawa, Kanada, Sabtu (29/1/2022). Mereka memprotes mandat vaksin.

Foto: Frank Gunn/The Canadian Press via AP
Aksi demonstrasi dilakukan di tengahbsuhu dingin, hanya sedikit yang bermasker.

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Ribuan orang yang kebanyakan pengemudi truk melakukan aksi protes terhadap mandat vaksin Covid-19 yang diberlakukan Perdana Menteri Justin Trudeau, Sabtu (29/1/2022) waktu setempat. Aksi demonstrasi damai dilakukan di depan parlemen Kanada, Ottawa di tengah suhu minus 21 derajat celcius.

Apa yang disebut "Konvoi Kebebasan" dimulai dari aksi para pengemudi truk yang menentang persyaratan vaksin untuk pengemudi lintas batas. Namun kemudian aksi itu berubah menjadi demonstrasi menentang penjangkauan pemerintah selama pandemi terlebih bagi anti-vaksinasi yang kuat.

Baca Juga

"Saya tidak dapat bekerja lagi karena saya tidak dapat melintasi perbatasan," ujar seorang pengemudi truk dari Windsor, Csava Vizi. "Saya menolak vaksin," imbuhnya.

"Saya dan banyak orang lain ada di sini karena kami muak dengan mandat vaksin dan penguncian," kata Brendon dari Ottawa, yang menolak memberikan nama belakangnya. Dia membawa papan bertuliskan: "Justin Trudeau membuatku malu menjadi orang Kanada".

Aksi demonstrasi dimulai lebih awal dan berlangsung hingga sore hari pada Sabtu (29/1/2022) waktu setempat. Beberapa orang membagikan tas makan siang kepada para pengemudi truk, yang berkonvoi ke Ottawa dari pantai timur dan barat dan tempat-tempat lain.

Sedikit dari mereka yang memakai masker, meski banyak yang memakai balaclava karena suhu dengan angin dingin minus 21 Celcius. Sebuah mal di pusat kota dilaporkan terpaksa ditutup karena para demonstran menolak untuk memakai masker di dalam.

Retorika kekerasan yang digunakan oleh beberapa promotor di media sosial menjelang protes telah membuat khawatir polisi. Namun begitu sebagian besar protes terasa seperti pesta jalanan yang sangat dingin, diselingi oleh klakson truk yang membunyikan klakson.

Karena masalah keamanan, Trudeau dan keluarganya meninggalkan rumah mereka di pusat kota Ottawa. Kantornya mengatakan tidak mengomentari masalah keamanan.

Awal pekan ini Trudeau mengatakan konvoi itu mewakili "minoritas kecil" yang tidak mewakili pandangan orang Kanada. Sekitar 90 persen pengemudi truk lintas batas Kanada dan 77 persen populasi telah mendapatkan dua suntikan vaksinasi Covid.

Trudeau mengumumkan mandat vaksin untuk pekerja federal pada malam pemilihannya Oktober 2021, kemudian bulan lalu Kanada dan Amerika Serikat memberlakukannya untuk pengemudi truk lintas batas. Pemimpin konservatif Erin O'Toole menentang mandat vaksin dan menyatakan dukungan untuk protes setelah mengadakan pembicaraan dengan beberapa pengemudi truk pada Jumat.

"Saya mendukung hak mereka untuk didengar, dan saya meminta Justin Trudeau untuk bertemu dengan pekerja keras Kanada ini untuk mendengar keprihatinan mereka," kata O'Toole setelah pertemuan.

Aliansi Truk Kanada (CTA), yang mewakili sekitar 4.500 operator, pemilik-operator dan pemasok industri, telah menentang aksi demonstrasi tersebut. "Kami meminta masyarakat Kanada untuk menyadari bahwa banyak orang yang Anda lihat dan dengar di laporan media tidak memiliki hubungan dengan industri truk," kata CTA pada Sabtu.

CTA mendesak para pengemudi truk yang berpartisipasi untuk melakukan aksi protes dengan damai dan kemudian meninggalkan Ottawa. Penyelenggara protes mengatakan mereka akan tinggal di Ottawa sampai pemerintah mengabaikan mandat.

Jalan-jalan di pusat kota bisa tersumbat selama berhari-hari jika aksi demo terus dilakukan. "Jika saya harus tinggal di sini dua bulan, saya akan berada di sini," kata Vizi.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA