Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Zulhas: Pemindahan Ibu Kota Negara Suatu Keniscayaan

Sabtu 29 Jan 2022 20:02 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Indira Rezkisari

Maket Istana Kepresidenan di Nusantara yang menjadi ibu kota negara baru yang sekarang masuk wilayah Sepaku, Kabupaten Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur.

Maket Istana Kepresidenan di Nusantara yang menjadi ibu kota negara baru yang sekarang masuk wilayah Sepaku, Kabupaten Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur.

Foto: Tangkapan layar
Pemindahan ibu kota dipandang penting karena kondisi Jakarta saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), mendukung rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan. Menurut Zulhas pemindahan ibu kota suatu keniscayaan.

"Jadi ada alternatif IKN yang baru saya setuju mendukung dan itu sudah suatu keniscayaan keharusan bagi Indonesia mungkin kalau keuangan kita masih sulit waktunya saja, anggarannya mungkin diatur secara bertahap. Bahwa kita pindah ibu kota itu penting," kata Zulhas di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu (29/1).

Baca Juga

Menurut Zulhas pemindahan ibu kota negara dinilai penting lantaran Jakarta sudah berada di bawah permukaan laut. Selain itu jumlah penduduk di Jakarta juga sudah membludak.

"Setiap hari digerus karena diambil airnya tanahnya turun, air permukaannya naik, dan juga jumlah penduduknya nggak kira-kira. Sudah melebihi desain Jakarta sebagai ibu kota," ujarnya.

Saat ditanya terkait siapa yang layak menjadi calon kepala otorita ibu kota negara, Zulhas menilai ada banyak tokoh hebat. Salah satunya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Bandung itu hebat, gara-gara ada Kang Emil. Surabaya hebat gara-gara ada ibu Risma. Jadi banyak orang hebat. Terserah presiden mau yang mana saja. banyak orang hebat," tuturnya. "Itu kan kewenangan presiden, terserah beliau saja."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA