Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Hati-Hati bagi Para Pria, Paparan Ponsel Turunkan Kualitas Sperma

Sabtu 29 Jan 2022 19:40 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah

Pria mungkin harus membatasi penggunaan ponsel jika khawatir tentang kesuburan (Foto: ilustrasi pria bermain ponsel)

Pria mungkin harus membatasi penggunaan ponsel jika khawatir tentang kesuburan (Foto: ilustrasi pria bermain ponsel)

Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Paparan gelombang elektromagnetik ponsel bisa turunkan kualitas sperma.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pria mungkin harus membatasi penggunaan ponsel jika khawatir tentang kesuburan. Menurut metaanalisis baru-baru ini di Environmental Research, tim menemukan bahwa gelombang elektromagnetik frekuensi radio (RF-EMWs) yang dipancarkan ponsel menurunkan kualitas sperma, dengan mengurangi motilitas, viabilitas, dan konsentrasi sperma.

“Pengguna ponsel pria harus berusaha untuk mengurangi penggunaan ponsel untuk melindungi kualitas sperma mereka,” kata peneliti utama dan asisten profesor di Pusan Nasional University, Yun Hak Kim dilansir Fox News, Sabtu (29/1/2022).

Baca Juga

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan ponsel memancarkan RF-EMWs yang dapat diserap tubuh manusia untuk menghasilkan potensi efek samping yang merugikan pada otak, jantung, dan fungsi reproduksi. Karena ada banyak penelitian yang diterbitkan sejak 2012 tentang efek ponsel dan kualitas sperma, para peneliti Korea Selatan melakukan tinjauan komprehensif yang mensintesis penelitian ini untuk menemukan hasil umum, juga dikenal sebagai meta-analisis, untuk mengevaluasi apakah paparan RF -EMW dari ponsel mempengaruhi kualitas sperma manusia.

Dari 435 penelitian dan catatan yang diterbitkan, yang disaring oleh para peneliti antara 2012 dan 2021, mereka menemukan 18 penelitian dengan 4.280 sampel sperma yang cocok untuk analisis statistik. Studi itu tidak menemukan hubungan antara waktu yang dihabiskan di ponsel dan kualitas sperma, hanya saja paparan ponsel itu sendiri dikaitkan dengan pengurangan jumlah, penurunan gerakan, dan berapa lama sperma itu hidup.

Meskipun penelitian itu melaporkan bahwa temuannya konsisten dengan penelitian sebelumnya tentang topik tersebut. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan karena jumlah data pasien yang rendah dan karena telepon seluler dalam penelitian saat itu sudah ketinggalan zaman sekarang.

"Mengetahui bahwa jumlah pengguna ponsel kemungkinan besar akan meningkat di masa depan, sudah saatnya kita mulai mempertimbangkan paparan RF-EMWs sebagai salah satu faktor mendasar yang menyebabkan penurunan kualitas sperma di antara populasi pria," tulis keterangan tertulisnya.

Kim mengatakan studi tambahan akan diperlukan untuk menentukan efek paparan EMW yang dipancarkan dari model ponsel baru di lingkungan digital saat ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA