Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Bullous Pemphigoid: Efek Samping Vaksin CoronaVac-Booster Pfizer

Sabtu 29 Jan 2022 07:31 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Vaksin Covid-19. Pemberian vaksin Covid-19 CoronaVac buatan Sinovac dan Pfizer-BioNTech dilaporkan dapat memicu efek samping berupa bullous pemphigoid (pemfigoid bulosa).

Vaksin Covid-19. Pemberian vaksin Covid-19 CoronaVac buatan Sinovac dan Pfizer-BioNTech dilaporkan dapat memicu efek samping berupa bullous pemphigoid (pemfigoid bulosa).

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Efek samping bullous pemphigoid tak segera muncul setelah penyuntikan vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemberian vaksin Covid-19 CoronaVac buatan Sinovac dan Pfizer-BioNTech dilaporkan dapat memicu efek samping berupa bullous pemphigoid (pemfigoid bulosa). Efek samping pada kulit ini umumnya baru muncul sekitar satu bulan setelah dosis booster disuntikkan.

Bullous pemphigoid merupakan kondisi kulit yang terbilang langka. Kondisi ini bisa memicu munculnya lepuhan atau lenting besar berisi cairan di kulit.

Baca Juga

Area tersering yang menjadi tempat munculnya lenting bullous pemphigoid adalah area kulit yang sering meregang seperti pada paha atas, bawah perut, dan ketiak. Mayo Clinic mengungkapkan bahwa kulit biasanya akan terasa gatal sekitar beberapa pekan atau bulan sebelum lenting besar bullous pemphigoid terbentuk.

Lenting-lenting besar bullous pemphigoid tidak mudah pecah bila disentuh. Sedangkan area kulit normal di sekitar lenting umumnya akan tampak lebih merah atau lebih gelap dibandingkan normal.

Selain lenting berukuran besar, lenting berukuran kecil juga bisa muncul. Lenting-lenting kecil atau sariawan bisa ditemukan di mulut atau membran mukosa.

Efek samping ini disoroti dalam sebuah studi kasus terbaru yang dipublikasikan dalam International Journal of Dermatology. Studi ini mendokumentasikan tujuh kasus bullous pemphigoid yang muncul setelah seseorang menerima vaksin Covid-19.

Kasus bullous pemphigoid pada empat pasien merupakan kasus yang benar-benar baru muncul dan dialami pasien setelah menerima vaksin. Sedangkan tiga pasien lainnya sudah memiliki riwayat bullous pemphigoid sebelum vaksin namun mengalami kekambuhan setelah mendapatkan vaksin.

Dua dari empat kasus baru bullous pemphigoid terjadi pada pasien yang menerima dosis kedua vaksin Covid-19 CoronaVac. Dua lainnya mengalami kasus baru bullous pemphigoid setelah menerima dosis ketiga atau booster vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech.

"Di sisi lain, ketiga pasien yang mengalami kekambuhan BP (bullous pemphigoid) divaksinasi dengan vaksin dengan virus yang dilemahkan yaitu CoronaVac," kata tim peneliti, seperti dilansir laman Express, Jumat  (28/1/2022).

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA