Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Omicron Tetap Eksis di 2022, Ini Tiga Kesimpulan Moderna Soal Vaksin

Sabtu 29 Jan 2022 01:07 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Moderna melihat ada tantangan soal pengembangan vaksin Covid-19.

Moderna melihat ada tantangan soal pengembangan vaksin Covid-19.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Moderna melihat ada tantangan soal pengembangan vaksin Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terlepas dari proyeksi awal bahwa lonjakan omicron akan segera mereda, kepala petugas medis Moderna Dr Paul Burton memperkirakan bahwa varian yang pertama kali muncul di Afrika Selatan tersebut akan tetap eksis hingga akhir tahun 2022. Itulah mengapa, vaksin booster untuk melawan omicron akan bermanfaat bagi banyak populasi.

Sejak November, ketika WHO memperingatkan dunia tentang omicron, varian ini telah memaksa negara-negara untuk memikirkan kembali tidak hanya pandangan mereka terhadap pandemi dan bagaimana mereka merespons, tetapi tentang mengapa mendapatkan vaksinasi tingkat tinggi. Bagaimanapun, vaksinasi telah terbukti mencegah keparahan penyakit, rawat inap, hingga kematian.

Baca Juga

Di tengah ancaman omicron, anak-anak dinilai menjadi kelompok yang tersisihkan. Burton menyoroti ketiadaan vaksin booster omicron untuk kelompok anak-anak. Padahal menurut dia, anak berusia 2 hingga 5 tahun telah terkena dampak dan terpengaruh secara tidak proporsional. 

“Kami melihat kebutuhan vaksin untuk anak tidak terpenuhi, padahal omicron masih terus melonjak kasusnya,” kata Burton seperti dilansir dari laman PBS, Sabtu (29/1/2022).

Tanpa perlindungan vaksin yang lebih luas, para ahli mengatakan virus akan terus bermutasi dan menghasilkan varian yang bisa lebih menular daripada omicron itu sendiri. Dan pandemi masih akan terus berlanjut. Berikut adalah tiga kesimpulan tentang bagaimana Moderna melihat tantangan seputar pengembangan vaksin untuk populasi termuda dan paling rentan, baik di AS maupun di seluruh dunia.

 

1. Jangan berpikir omicron akan segera hilang

Minggu ini, Moderna dan Pfizer, meluncurkan uji coba untuk mengembangkan booster khusus omicron. Dalam sebuah surat yang diterbitkan di New England Journal of Medicine, tim peneliti mengatakan varian omicron melemahkan kekuatan perlindungan vaksin Moderna terhadap virus.

Beberapa ahli telah mengkritik pembuatan vaksin yang disesuaikan dengan varian tertentu, tetapi Burton mengatakan bahwa bukti ini mendukung perlunya booster khusus omicron yang dapat tersedia pada musim gugur ini karena omicron masih akan tetap eksis hingga akhir tahun ini.

“Jumlahnya dalam kasus, rawat inap dan kematian mungkin turun, tetapi ini adalah virus yang dapat mengambil langkah evolusi yang sangat radikal dan mengejutkan kita,” kata Burton.

 

2. Data vaksin untuk anak akan dikirim ke FDA pada Maret

Di AS, anak-anak di bawah usia 5 tahun belum memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin Covid yang tersedia. Burton mengatakan bahwa para peneliti Moderna tengah menyiapkan data untuk dikirim ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) pada bulan Maret. Pada saat itu, regulator federal perlu memeriksa data keamanan dan kemanjuran vaksin sebelum memutuskan apakah akan mengizinkan vaksin untuk penggunaan darurat pada anak atau tidak.

“Data yang kami miliki tentang vaksin anak sangat meyakinkan. Ini menunjukkan efektivitas yang sangat baik, jadi saya berharap FDA memberikan izin,” kata dia.

 

3. Moderna akan terus pasok vaksin ke seluruh dunia

Di negara-negara berpenghasilan rendah, hanya satu dari 10 orang yang diperkirakan telah menerima dosis vaksin pertama mereka. Capaian vaksin ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara berpenghasilan tinggi.

“Moderna akan terus memasok vaksin sebanyak yang kami bisa ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Kami juga berencana untuk memperluas fasilitas manufaktur di negara-negara itu,” kata Burton.

Saat ini, untuk membantu meningkatkan akses vaksin global, Moderna telah memilih untuk tidak mematenkan vaksinnya selama masa pandemi, sehingga memungkinkan bagi farmasi di negara berkembang untuk memproduksi vaksin serupa. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA