Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Penyebaran Omicron, Sultan: Tak Usah Punya Kekhawatiran Berlebih

Sabtu 29 Jan 2022 01:40 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Teguh Firmansyah

Proses screening siswa sebelum vaksinasi Covid-19 susulan di SD Muhammadiyah Sagan, Yogyakarta, Selasa (25/1/2022). Beberapa siswa SD terpaksa mengikuti vaksinasi Covid-19 susulan karena berhalangan saat vaksinasi di sekolah asal. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengaku telah menyelesaikan vaksinasi anak usia 6-11 tahun sesuai rekomendasi Kemenkes. Bahkan waktu yang ditargetkan selesai pada Rabu (19/1/2022) lebih cepat dengan capaian 101 persen.

Proses screening siswa sebelum vaksinasi Covid-19 susulan di SD Muhammadiyah Sagan, Yogyakarta, Selasa (25/1/2022). Beberapa siswa SD terpaksa mengikuti vaksinasi Covid-19 susulan karena berhalangan saat vaksinasi di sekolah asal. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengaku telah menyelesaikan vaksinasi anak usia 6-11 tahun sesuai rekomendasi Kemenkes. Bahkan waktu yang ditargetkan selesai pada Rabu (19/1/2022) lebih cepat dengan capaian 101 persen.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Sebagian besar kasus Covid-19 dengan tidak bergejala berat.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan Pemprov DIY telah melakukan berbagai antisipasi terkait potensi penyebaran varian Omicron. Meski belum dipastikan Omicron sudah menyebar di DIY, namun ditemukan setidaknya 34 kasus positif dengan hasil probable Omicron.

"Tidak usah kita punya kekhawatiran yang berlebih karena ini memang kondisinya kita antisipasi," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (28/1/2022).

Baca Juga

Menurutnya, penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY saat ini sebagian besar merupakan kasus dengan tidak bergejala berat. Banyak dari kasus positif tersebut yang tidak memerlukan perawatan intensif di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 dan hanya menjalani isolasi mandiri.

"Karena (Omicron) memang cepat menular, tapi sebetulnya ringan. Harapan saya 14 hari asalkan tidak ada komorbid, (kasus positif yang isolasi mandiri) sudah bisa hijau (sembuh)," ujarnya.

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sudah menyiapkan tempat isolasi terpadu (isoter) dalam rangka menghadapi Omicron. Begitu juga dengan kapasitas tempat tidur (bed) untuk penanganan Covid-19 di rumah sakit juga sudah disiapkan.

Sultan meminta kabupaten/kota se-DIY juga melakukan persiapan, termasuk obat-obat. "Oksigen juga kita siapkan semuanya kita kan sudah punya pabriknya," jelas Sultan.

Sultan juga belum dapat memastikan apakah varian Omicron sudah menyebar di DIY. Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel Whole Genome Sequencing (WGS) terkait dengan Omicron tersebut.

"Mungkin iya (sudah ada Omicron), tapi saya belum dapat report karena perlu waktu (untuk pemeriksaan). Kita belum ada report resmi, saya tidak berani mengatakan kalau masalah (Omicron) itu, tapi kalau kemungkinan (sudah ada) bisa saja," tambahnya.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 DIY, penambahan kasus positif beberapa hari ini terus meningkat. Bahkan, pada 28 Januari ini kasus positif meningkat cukup signifikan di angka 69 kasus baru.

Peningkatan kasus harian tersebut juga menyebabkan positive rate harian Covid-19 juga meningkat menjadi 0,90 persen. Secara kumulatif, total kasus positif di DIY sudah mencapai 157.281 kasus.

"Untuk BOR (bed occupancy rate) dari bed critical dan BOR bed non critical di rumah sakit rujukan saat ini masing-masingnya 4,26 persen," kata Kepala Bagian Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA