Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Satgas Jelaskan Karakteristik Subvarian Omicron BA.2 Terhadap Hasil PCR

Jumat 28 Jan 2022 12:27 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Friska Yolandha

Petugas kesehatan memeriksa hasil tes usap antigen pelajar di SMP Assalaam, Jalan Sasak Gantung, Regol, Kota Bandung, Selasa (25/1/2022). Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan varian Omicron berdasarkan susunan genetiknya saat ini dikategorisasi menjadi jenis B11529, BA1, BA2 dan BA3.

Petugas kesehatan memeriksa hasil tes usap antigen pelajar di SMP Assalaam, Jalan Sasak Gantung, Regol, Kota Bandung, Selasa (25/1/2022). Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan varian Omicron berdasarkan susunan genetiknya saat ini dikategorisasi menjadi jenis B11529, BA1, BA2 dan BA3.

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Diperlukan waktu untuk meneliti karakteristik varian baru yang muncul tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan varian Omicron berdasarkan susunan genetiknya saat ini dikategorisasi menjadi jenis B11529, BA1, BA2 dan BA3. Wiku menyebut, khusus untuk varian Omicron BA2 kini sedang menjadi perhatian karena memiliki mutasi yang dapat menyebabkan perbedaan hasil tes PCR.

Wiku mengatakan, umumnya pada Omicron lainnya adanya mutasi berupa hilangnya susunan tertentu pada gen S dapat memunculkan deteksi gen lainnya. "Namun gen S tidak terdeteksi atau SGTF (S Gene Target Failure) pada tes PCR. Namun pada omicron BA2 susunan ini tidak hilang. Sehingga PCR tidak memunculkan hasil SGTF atau hasilnya sama dengan varian lain yang bukan omicron. Padahal BA2 merupakan salah satu jenis Omicron," ujar WIku dalam keterangannya dikutip dari siaran Youtube, Jumat (28/1/2022).

Baca Juga

Karena itu, Wiku mengatakan, diperlukan waktu untuk meneliti karakteristik varian baru yang muncul tersebut. Terlebih untuk menganalisis dampak varian itu secara epidemiologi.

"Termasuk keempat jenis varian Omicron ini saat ini masih dalam proses penelitian dan belum ada laporan lanjutan dari WHO," ujarnya.

Karena itu, Wiku menilai strategi pencegahan merupakan langkah terbaik untuk mencegah dan menghadapi munculnya varian baru apapun jenisnya.

"Dalam hal ini pemerintah selalu melakukan evaluasi dan monitoring atas keseluruhan strategi pencegahan yang dilakukan. Baik dari kebijakan pelaku perjalanan luar negeri hingga penegakan disiplin protokol kesehatan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA