Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Awal 2022, Konsumsi Listrik di Bali Meningkat

Jumat 28 Jan 2022 04:45 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Logo PT PLN. PLN menyebut, konsumsi listrik ke Bali mulai meningkat pada awal 2022 ini.

Logo PT PLN. PLN menyebut, konsumsi listrik ke Bali mulai meningkat pada awal 2022 ini.

Foto: portal.pln.co.id
Meski demikian, konsumsi listrik ini belum seperti sebelum pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- PT PLN (Persero) mencatat pada awal 2022, konsumsi listrik di Bali meningkat dari 200 MW ke 270 MW, yang terutama berasal dari Gardu Induk (GI) Banyuwangi, Jawa Timur.

Manajer Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Jember PLN Indra Kurniawan di Banyuwangi, Kamis (27/1/2022), mengatakan, meski demikian, angka itu belum mencapai konsumsi normal sebelum pandemi Covid-19, yang mencapai 350 MW. Ia menjelaskan konsumsi listrik di Bali mencapai sekitar 800 MW dengan beban puncak mencapai 900 MW.

Baca Juga

Yang disuplai dari GI Banyuwangi sebesar 270 MW dan sisanya dari pembangkit yang ada di Bali. "Pandemi membuat konsumsi listrik di Bali itu menurun menjadi 600 MW, yang disuplai dari GI Banyuwangi sebesar 200 MW. Dan, saat ini di masa pemulihan ekonomi sudah mulai kembali meningkat secara total menjadi 670 MW," kata Indra, kepada wartawan saat media Gathering di Banyuwangi, Jawa Timur.

PT PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), kata Indra, akan memastikan pasokan listrik dari GI Banyuwangi masih cukup memadai untuk menyuplai kebutuhan konsumsi listrik Pulau Bali yang mulai meningkat. Indra mengatakan, untuk memastikan pasokan itu GI Banyuwangi senantiasa mengoptimalkan pekerjaan pemeliharaan, misalnya dilakukan di Bay Penghantar dan Bay Trafo yang mendukung proses pemantauan kondisi material transmisi utama (MTU) terkini.

General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) Didik Fauzi Dakhlan mengatakan, pekerjaan pemeliharaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi teraktual. "Melalui pemeliharaan yang dilakukan diharapkan dapat memonitor anomali-anomali yang mungkin terjadi, dan mengurangi kerusakan akibat penurunan performa MTU di wilayah GI Banyuwangi," kata Didik.

Didik mengatakan, jenis pekerjaan pemeliharaan yang sedang dilakukan dibagi menjadi 2 pekerjaan inti, yaitu pemeliharaan Bay Line berupa Cleaning Isolator rutin Bay Situbondo 2 dan Pemeliharaan Bay Trafo berupa Har Off rutin Bay Trafo 2. "Pekerjaan ini butuh persiapan yang sangat matang,mulai penentuan timeline pekerjaan hingga pembuatan laporan hasil pemeliharaan," katanya.

Sementara itu, GI Banyuwangi masuk dalam sistem kelistrikan utama di Jawa Timur yang mendapat supai dari Paiton, kemudian disalurkan ke wilayah Banyuwangi dan sekitar Bali.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA