Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Ini yang Diminta Satgas kepada Pemda Terkait Penanganan Covid-19

Kamis 27 Jan 2022 22:56 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah kembali meningkatkan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan. (ilustrasi)

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah kembali meningkatkan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan. (ilustrasi)

Foto: Satgas Covid-19.
Kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan hingga 7.000 kasus dalam sehari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah kembali meningkatkan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan. Pemda juga diminta terus mengupayakan vaksinasi seiring peningkatan kasus positif Covid-19 saat ini.

Kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan, bahkan hingga mencapai 7.000 kasus dalam sehari. "Saya mohon kepada seluruh pemerintah daerah untuk kembali meningkatkan pengawasan protokol kesehatan dan terus mengupayakan vaksinasi, khususnya untuk lansia dan masyarakat dengan komorbid," ujar Juru Bicara Nasional Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Baca Juga

Dia mengemukakan, kenaikan kasus Covid-19 saat ini didominasi dari tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, serta kabupaten/kota aglomerasi Jabodetabek. Di samping itu, Wiku juga meminta pemda untuk melakukan evaluasi pada pengaturan kegiatan masyarakat saat ini dan melakukan penyesuaian atau perubahan jika diperlukan.

"Mohon segera mengevaluasi dan kembali menegakkan implementasi protokol kesehatan, baik di sektor perkantoran, fasilitas publikserta transportasi publik," ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah pusat akan berkoordinasi dan mengevaluasi upaya mitigasi daerah secara rutin. Dia mengemukakan, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten menyumbang 13.316 kasus dari total 14.729 kasus pada pekan terakhir atau sebesar 90,4 persen. 

"Pemerintah atau satgas daerah di provinsi tersebut perlu melakukan strategi mitigasi untuk menekan laju kasus selama dua pekan ke depan untuk mencegah lonjakan kasus yang lebih tinggi lagi," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Wiku juga mengimbau bagi masyarakat di tiga provinsi tersebut, terutama bagi kategori rentan, yaitu orang yang tidak dapat divaksin, anak-anak, masyarakat lanjut usiayang memiliki komorbid untuk menghindari aktivitas serta tempat dengan risiko penularan yang tinggi ."Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Oleh sebab itu, mari kita upayakan penerapan disiplin protokol kesehatan yang terbukti memberi manfaat mengingat kasus saat ini konsisten meningkat signifikan," katanya.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA