Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Atasi Saraf Kejepit, Ahli Bedah Saraf Sebut Ada Cara Baru

Kamis 27 Jan 2022 20:31 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Cara baru mengatasi msalah saraf kejepit tulang belakang. (ilustrasi).

Cara baru mengatasi msalah saraf kejepit tulang belakang. (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Ahli beda saraf menyebut kini ada metode baru untuk mengatasi saraf kejepit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernah mengalami nyeri pada bagian tukang belakang? Kemudian nyeri menjalar hingga pinggang, paha, bahkan sampai ujung kaki? 

Mungkin saja Anda mengalami saraf terjepit tulang belakang. Jangan khawatir, kini ada metode terbaru untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca Juga

Ahli bedah saraf, Dr dr Wawan Mulyawan, menjelaskan, jepitan saraf tulang belakang dapat menyebabkan berbagai aktivitas seperti nyeri, kebas, kesemutan, gangguan fungsi buang air kecil, dan buang air besar, bahkan kelumpuhan bila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Salah satu terobosan teknologi terbaru dalam ranah bedah saraf adalah spine endoscopy (endoskopi tulang belakang).

"Dulu operasi bedah terbuka pada tulang belakang merupakan prosedur pengobatan atau penanganan untuk membantu mengatasi beragam masalah yang mengakibatkan nyeri pada tulang belakang,” dr Wawan dalam acara diskusi media dengan tema "Metode Dekomperasi Saraf Terjepit Tulang Belakang Generasi Terkini", Kamis (27/1/2022).

Umumnya, prosedur pengobatan ini dilakukan atau menjadi opsi bila perawatan medis lainnya tidak membuahkan hasil atau masalah pada tulang belakang sudah masuk ke dalam stadium berat. Menurutnya, permasalahan pada tulang belakang kini tidak perlu lagi dilakukan operasi konvensional atau bedah terbuka seperti dulu. Cukup minimal, dengan sayatan yang kecil dan proses pemulihan lebih cepat. Dalam bidang bedah saraf, endoskopi tulang belakang memiliki banyak sekali keunggulan dibandingkan dengan operasi terbuka.

Endoskopi tulang belakang yang terdahulu, endoskopi PELD (Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy) atau PSLD (Percutaneous Stenoscopic Lumbar Discectomy), dilakukan hanya dengan satu akses yang dapat menghalangi lapang pandang saat dokter melakukan tindakan.

Selain itu, endoskopi generasi terdahulu ini hanya dapat mengambil tonjolan bantalan tulang dari satu arah saja atau hanya dari belakang.

Terkini, endoskopi tulang belakang sudah lahir generasi ketiga atau yang terbaru yakni Biportal Endoscopic Spine Surgery atau BESS.

BESS merupakan teknologi MISS yang menjadi salah satu solusi untuk membantu mengatasi saraf terjepit, dengan teknik dekompresi sehingga dapat menghilangkan bantalan tulang yang menonjol sehingga tidak lagi menjepit saraf tulang belakang.

Arti dekompresi adalah membebaskan tekanan atau jepitan (kompresi) pada saraf tulang belakang. “Tindakan dekompresi ini dilakukan untuk membantu menghilangkan nyeri dan risiko kelumpuhan akibat adanya jepitan saraf tulang belakang," ujarnya.

Tindakan ini dilakukan pada ruas tulang belakang, bantalan tulang belakang, atau sendi yang menyebabkan tekanan pada saraf. BESS sebagai generasi terkini atau terbaru dalam bidang spine endoscopy, jauh lebih unggul dibandingkan dengan yang dulu. BESS memerlukan dua sayatan. Seperti namanya biportal, yang berarti dua portal (akses). 

"Akses pertama untuk melihat dan akses kedua memudahkan dokter bekerja mengatasi masalah yang ada di tulang belakang atau mengambil tonjolan bantalan tulang yang menjepit,” kata dr Wawan.

Endoskopi tulang belakang ini berbeda dengan tindakan bedah atau operasi konvensional yang memerlukan bius umum. Keunggulan BESS dilakukan hanya dengan sayatan yang masing-masing ± 7mm saja dan proses pemulihan lebih cepat serta tingkat efektivitasnya bisa mencapai lebih dari 80 persen.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA