Kamis 27 Jan 2022 19:44 WIB

Boneka Ayam Jago Jayol dari Indramayu Tembus Eropa dan Amerika

Tarjaya berharap pemda membantu pengurusan hak paten boneka ayam jago miliknya.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ilham Tirta
Perajin menyelesaikan pembuatan boneka replika ayam pesanan dari luar negeri di Desa Larangan, Kecamatan Lohbener, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). Pemprov Jawa Barat melalui program One Village One Produk (OVOC) terus konsisten mempercepat transformasi bisnis pelaku UMKM Go Digital sehingga mampu menjangkau pasar Internasional.
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Perajin menyelesaikan pembuatan boneka replika ayam pesanan dari luar negeri di Desa Larangan, Kecamatan Lohbener, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). Pemprov Jawa Barat melalui program One Village One Produk (OVOC) terus konsisten mempercepat transformasi bisnis pelaku UMKM Go Digital sehingga mampu menjangkau pasar Internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Pandemi Covid-19 telah berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Namun, di tengah himpitan itu, kreativitas Tarjaya Jayol justru tidak pernah berhenti. Dia mampu melahirkan kerajinan tangan berupa boneka ayam jago hingga menembus benua Eropa dan Amerika.

Boneka ayam jago milik pengrajin asal Desa Larangan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu itu memang memiliki keunikan dan daya tarik. Dilihat dari bentuknya dan ditambah dengan bulu asli ayam, boneka itu benar-benar mirip ayam asli.

Baca Juga

Untuk membuat boneka ayam jago itu, Tarjaya memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai bahan-bahannya. Selain bulu ayam dari ayam kampung asli, dia juga menggunakan limbah busa, karpet dan kain yang sudah tidak terpakai. "Semuanya kita buat persis seperti ayam aslinya,’’ tutur Tarjaya, Kamis (27/1).

Untuk membuat boneka ayam jago itu, Tarjaya melibatkan sejumlah anak muda yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan. Anak-anak muda itu dilatihnya hingga mereka pun bisa mendapatkan penghasilan dari penjualan boneka ayam jago tersebut.

Boneka ayam jago milik Tarjaya laris manis. Melalui marketplace, penjualan boneka ayam jago itu menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, konsumen dari benua Eropa dan benua Amerika juga turut membeli boneka ayam jago tersebut.

Meski dari sisi penjualan tak terkendala, namun Tarjaya menyayangkan tidak adanya dukungan dari pihak terkait. Dia ingin mempatenkan produk boneka ayam jagonya agar tidak ada kelompok atau orang yang meniru/mengklaim produk kerajinan yang sudah lama dirintisnya. Namun, hingga kini dia tidak paham mengenai cara pengurusan hak paten tersebut.

"Semoga pemerintah daerah bisa membantu,’’ tandas Tarjaya.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement