Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Setelah 6 Tahun, iPhone Jadi Ponsel Terlaris di China

Kamis 27 Jan 2022 16:03 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih

Iphone 13

Iphone 13

Foto: istimewa
Apple memperoleh pangsa pasar 23 persen di China.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Berdasarkan data terbaru dari Counterpoint Research, Apple adalah merek smartphone terbesar berdasarkan pangsa pasar di China untuk periode Oktober-Desember 2021. Apple memperoleh pangsa pasar 23 persen setelah pertumbuhan kuartalan 79 persen.

Angka tersebut menjadikannya berada di posisi atas untuk pertama kali sejak kuartal keempat (Q4) 2015. Untuk penjualannya, 32 persen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang didorong oleh permintaan yang kuat dari seri iPhone 13 dan model vanilla.

Baca Juga

Sementara saingannya, Vivo berada di urutan kedua setelah Apple dengan pangsa pasar 19 persen meskipun perusahaan menghadapi penurunan pengiriman 21 persen dibandingkan dengan kuartal ketiga 2021. Kemudian di urutan selanjutnya, Oppo menyusul termasuk OnePlus dengan pangsa pasar 17 persen, diikuti oleh Honor dengan pangsa pasar 15 persen.

Sedangkan merek Xiaomi yang populer di beberapa negara tidak mendapatkan jumlah pangsa pasar yang tinggi dengan 13 persen diikuti oleh Huawei hanya tujuh persen, Realme tiga persen, dan merek lainnya empat persen.

Dilansir GSM Arena, Kamis (27/1), secara keseluruhan pasar smartphone China turun 9 persen di kuartal keempat sementara penjualan setahun penuh turun dua persen. Ivan Lam dari Counterpoint menyarankan kekurangan chip yang sedang berlangsung di samping siklus penggantian smartphone yang lebih lama yang harus disalahkan atas penjualan yang buruk.

Analis Riset Mengmeng Zhang mengatakan kinerja bintang Apple didorong oleh strategi penetapan harga dan keuntungan dari basis premium Huawei. Apple naik ke tempat pertama di Cina tepat setelah iPhone 13 dirilis pada bulan September. Setelah itu, ia tetap berada di posisi terdepan untuk sebagian besar kuarter keempat.

“iPhone 13 baru telah memimpin kesuksesan karena harga awal yang relatif lebih rendah saat dirilis di China, serta kamera baru dan fitur 5G. Selanjutnya, Huawei, pesaing utama Apple di pasar premium, menghadapi penurunan penjualan karena sanksi AS yang sedang berlangsung,” kata Zhang.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA