Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

PM Kanada Tanggapi Rencana Unjuk Rasa Antivaksin Covid-19

Kamis 27 Jan 2022 10:44 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Friska Yolandha

Seorang wanita membawa bendera Kanada terbalik di bahunya sebelum konvoi pengemudi truk dan pendukung lintas negara berangkat ke Ottawa untuk memprotes mandat vaksin federal untuk pengemudi truk di Delta, B.C. pada hari Ahad, 23 Januari 2022.

Seorang wanita membawa bendera Kanada terbalik di bahunya sebelum konvoi pengemudi truk dan pendukung lintas negara berangkat ke Ottawa untuk memprotes mandat vaksin federal untuk pengemudi truk di Delta, B.C. pada hari Ahad, 23 Januari 2022.

Foto: AP/Darryl Dyck/The Canadian Press
Pengemudi truk menentang mandat vaksin yang haruskan mereka untuk divaksinasi penuh.

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan bahwa terdapat konvoi hingga 50.000 pengemudi truk yang memprotes mandat vaksin untuk mencegah infeksi virus corona jenis baru (Covid-19) di negara itu adalah minoritas dengan pandangan yang tidak dapat diterima. 

Trudeau menyampaikan tanggapan menjelang rencana protes pengemudi truk yang dijadwalkan berlangsung di Ibu Kota Ottawa pada akhir pekan ini. Ia mengatakan bahwa mereka adalah kelompok yang dinilai tidak bisa mewakili pandangan warga Kanada. 

Baca Juga

Trudeau berpendapat bahwa mayoritas warga Kanada tidak setuju dengan para pengunjuk rasa. Ia juga mengatakan bahwa masyarakat secara keseluruhan mengetahui bahwa mengikuti sains dan melangkah untuk melindungi satu sama lain adalah cara terbaik untuk terus memastikan kebebasan, hak-hak, dan nilai-nilai sebagai sebuah negara. 

Trudeau juga mengklaim bahwa hampir 90 persen pengemudi truk telah divaksinasi. Konvoi Kebebasan, organisasi yang mempelopori protes mengatakan bahwa sekitar 50.000 truk berat telah bergabung dalam prosesi menuju Ottawa. 

Sementara organisasi tersebut pada awalnya memperkirakan konvoi terdiri dari sekitar 1.600 truk. Pengemudi truk menentang mandat vaksin yang mengharuskan mereka untuk divaksinasi sepenuhnya atau menghadapi karantina 14 hari setiap kali melintasi perbatasan dengan Amerika Serikat (AS).

Jagmeet Singh, pemimpin partai oposisi Kanada NDP, juga mengecam langkah aksi protes dari pengemudi truk, Ia menuduh pengunjuk rasa menyebarkan informasi palsu melalui komentar yang menghasut, memecah belah, dan penuh kebencian.

Singh menuduh kampanye tersebut memiliki pandangan ekstrem dan berbahaya. Ia juga mengkritik saudara iparnya, Jodhveer Singh Dhaliwal, yang dilaporkan menyumbang hingga 13.000 dolar AS untuk protes tersebut.

Kakak ipar Singh diduga memprakarsai proses pengembalian donasi kepada para pengunjuk rasa setelah diberitahu tentang Konvoi Kebebasan.

Platform crowdfunding Amerika GoFundMe menghapus penggalangan dana untuk para pengunjuk rasa minggu ini setelah mengumpulkan lebih dari 5 juta dolar Kanada.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA