Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Inikah Ikan Akuarium Tertua di Dunia? Usianya 90 Tahun

Kamis 27 Jan 2022 05:59 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih

Metusalah, ikan yang diyakini sebagai ikan akuarium tertua di dunia.

Metusalah, ikan yang diyakini sebagai ikan akuarium tertua di dunia.

Foto: ap
Lungfish Australia diyakini sebagai penghubung evolusi antara ikan dan amfibi.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANCISCO -- Temui Methuselah, ikan yang suka makan buah ara segar diyakini sebagai ikan akuarium tertua di dunia. Ahli biologi di California Academy of Sciences percaya bahwa dia berusia sekitar 90 tahun, tanpa rekan hidup yang diketahui.

Dalam Alkitab, Methuselah adalah kakek Nuh dan dikatakan telah hidup sampai 969 tahun. Methuselah adalah lungfish Australia sepanjang 1,2 meter, dengan berat tubuh 18,1 kilogram. Dia dibawa ke museum San Francisco pada 1938 dari Australia.

Baca Juga

Sebuah spesies primitif dengan paru-paru dan insang, lungfish Australia diyakini sebagai penghubung evolusi antara ikan dan amfibi. Sosoknya tidak asing dengan publisitas, penampilan pertama Methuselah di San Francisco Chronicle adalah pada 1947.

"Makhluk aneh ini, dengan sisik hijau yang tampak seperti daun artichoke segar, diketahui oleh para ilmuwan sebagai kemungkinan 'mata rantai yang hilang' antara hewan darat dan air," ujar keterangan dari pemberitaan pertama tentang Methuselah.

Sampai beberapa tahun yang lalu, lungfish Australia tertua berada di Shedd Aquarium di Chicago. Namun ikan yang diberi nama Granddad mati pada 2017 di usia 95 tahun.

"Secara otomatis, Metusalah adalah yang tertua," kata ahli biologi senior di California Academy of Sciences dan pemelihara ikan Methuselah, Allan Jan.

Jan percaya bahwa ikan itu betina, meskipun sulit untuk menentukan jenis kelamin spesies tanpa pengambilan darah yang berisiko. California Academy of Sciences berencana untuk mengirim sampel kecil siripnya ke peneliti di Australia. Peneliti itu akan mencoba mengkonfirmasi jenis kelamin dan mencari tahu usia pasti ikan tersebut.

Menurut Jan, Methuselah suka digosok di punggung dan perutnya. Dia pun memiliki kepribadian yang "mellow".

"Saya memberi tahu sukarelawan, berpura-pura dia anak anjing bawah air, sangat lembut, halus, tetapi tentu saja jika dia ketakutan, dia akan memiliki serangan energi yang tiba-tiba. Tetapi sebagian besar dia hanya tenang," kata Jan.

Metusalah sangat menyukai rasa dari buah ara ketika sedang musimnya. "Dia agak pilih-pilih dan hanya suka buah ara ketika masih segar dan sedang musim. Dia tidak akan memakannya saat dibekukan," kata juru bicara California Academy of Sciences Jeanette Peach.

California Academy of Sciences memiliki dua lungfish Australia lainnya yang lebih muda, keduanya diyakini berusia 40-an atau 50-an. Jenis ini sekarang menjadi spesies yang terancam dan tidak dapat lagi diekspor dari perairan Australia. Ahli biologi di California Academy of Sciences mengatakan tidak mungkin mereka akan mendapatkan pengganti setelah Methuselah meninggal. 


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA