Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Jangan Diabaikan, Tekanan Darah Rendah Juga Bisa Membahayakan

Kamis 27 Jan 2022 00:25 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Pengukuran tekanan darah. Bukan cuma hipertensi, hipotensi alias tekanan darah rendah juga jangan diabaikan.

Pengukuran tekanan darah. Bukan cuma hipertensi, hipotensi alias tekanan darah rendah juga jangan diabaikan.

Foto: Simple Wikipedia
Tekanan darah rendah ditandai dengan tensi 90/60 mmHg atau lebih rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tekanan darah yang terlalu rendah menunjukkan bahwa organ-organ vital tubuh mungkin tidak mendapatkan aliran darah yang mencukupi agar organ bisa berfungsi optimal. Oleh karena itu, bukan hanya hipertensi yang perlu dikelola, tekanan darah rendah juga sebaiknya tidak diabaikan.

Dari kacamata medis, seseorang bisa dikatakan mengalami hipotensi atau tekanan darah rendah bila memiliki angka tekanan darah 90/60 mmHg atau lebih rendah. Sebagai gambaran, tekanan darah yang normal adalah berkisar di angka 100/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.

Baca Juga

Tekanan darah rendah yang tidak disertai gejala umumnya tidak mengkhawatirkan. Faktanya, sebagian orang mungkin memiliki tekanan darah rendah kronis, namun merasa baik-baik saja dan tak perlu diobati.

Akan tetapi, tekanan darah rendah yang disertai dengan gejala perlu menjadi perhatian medis. Gejala yang mungkin menyertai adalah pening, pingsan, sesak napas, atau seperti akan pingsan.

Ahli kardiologi dari Providence Saint John's Health Center, Nicole Weinberg MD, mengatakan bahwa penyebab tekanan darah rendah tidak selalu jelas. Namun, umumnya, tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh efek samping dari obat tertentu, perubahan hormonal dan pelebaran sistem peredaran darah pada kehamilan, perubahan hormon karena sebab lain, dehidrasi, kelelahan akibat kepanasan (heat exhaustion), atau heat stroke (sengatan panas).

Terkadang, hipotensi postural juga bisa terjadi ketika seseorang bangun terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring. Kondisi ini bisa menyebabkan penurunan tekanan darah tiba-tiba yang diikuti dengan perasaan seperti akan pingsan (lightheadedness).

Salah satu faktor yang dapat memicu hipotensi postural adalah penyakit Parkinson. Penyakit ini dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyesuaikan tekanan darah secara otomatis ketika berganti posisi. Sebanyak satu dari lima penderita penyakit Parkinson terdampak oleh hipotensi postural.

Hipotensi postural biasanya tidak menjadi kedaruratan medis. Namun, kondisi ini patut mendapatkan perhatian lebih bila terjadi terus menerus dan perasaan seperti akan pingsan selalu timbul setiap kali seseorang berdiri.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA