Monday, 15 Syawwal 1443 / 16 May 2022

Jerman dan Prancis Desak Solusi Diplomatik untuk Krisis Ukraina

Kamis 27 Jan 2022 05:28 WIB

Red: Nur Aini

Para pemimpin Jerman dan Prancis pada Selasa (25/1/2022) mendesak Rusia mengambil langkah-langkah untuk meredakan ketegangan dengan Ukraina dan mendukung upaya-upaya solusi diplomatik untuk krisis tersebut.

Para pemimpin Jerman dan Prancis pada Selasa (25/1/2022) mendesak Rusia mengambil langkah-langkah untuk meredakan ketegangan dengan Ukraina dan mendukung upaya-upaya solusi diplomatik untuk krisis tersebut.

Agresi Moskow terhadap Ukraina akan menyebabkan konsekuensi tinggi untuk Rusia

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Para pemimpin Jerman dan Prancis pada Selasa (25/1/2022) mendesak Rusia mengambil langkah-langkah untuk meredakan ketegangan dengan Ukraina dan mendukung upaya-upaya solusi diplomatik untuk krisis tersebut.

“Kami mengharapkan langkah-langkah jelas dari Rusia yang berkontribusi pada eskalasi situasi,” kata Kanselir Jerman Olaf Scholz pada konferensi pers dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, menjelang pertemuan mereka di Berlin.

Baca Juga

“Setiap agresi militer, pelanggaran integritas teritorial Ukraina, akan memiliki konsekuensi, dan akan menyebabkan harga yang mahal bagi Rusia. Kami telah menyetujui ini di antara sekutu NATO dan mitra UE kami,” kata Scholz.

Kanselir Jerman menolak pengiriman senjata mematikan ke Ukraina tetapi, dia juga mengatakan Jerman akan terus memberikan dukungan keuangan yang kuat ke Ukraina. Macron mengatakan Prancis dan Jerman memiliki pendekatan yang sama di Rusia dan akan terus mengoordinasikan upaya dengan sekutu mereka.

“Kami menyerukan untuk meredakan ketegangan dan saya ingin juga mengatakan bagaimana bersatu Jerman dan Prancis dalam masalah ini,” ujar presiden Prancis.

Macron mengatakan dia akan melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat untuk membahas perkembangan terbaru mengenai krisis Ukraina. Rusia baru-baru ini mengumpulkan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan timur Ukraina, memicu kekhawatiran bahwa Kremlin dapat merencanakan serangan militer lain terhadap negara tetangga bekas Sovietnya.

Moskow membantah sedang bersiap untuk menyerang dan mengatakan pasukannya ada di sana untuk melakukan latihan. Sebaliknya, Rusia mengeluarkan daftar tuntutan keamanan kepada NATO, termasuk agar Ukraina tidak bergabung dengan NATO, untuk menenangkan ketegangan yang ada.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/jerman-dan-prancis-desak-solusi-diplomatik-untuk-krisis-ukraina/2485515
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA