Monday, 15 Syawwal 1443 / 16 May 2022

Kasus Covid-19 Jerman Kembali Capai Rekor

Rabu 26 Jan 2022 20:16 WIB

Rep: Fergi Nadirab/ Red: Esthi Maharani

 Seorang wanita berjalan melewati pusat tes Covid-19 di Frankfurt, Jerman, Senin, 24 Januari 2022, hari ketika politisi Jerman membahas langkah-langkah lebih lanjut untuk menghindari penyebaran virus corona.

Seorang wanita berjalan melewati pusat tes Covid-19 di Frankfurt, Jerman, Senin, 24 Januari 2022, hari ketika politisi Jerman membahas langkah-langkah lebih lanjut untuk menghindari penyebaran virus corona.

Foto: AP/Michael Probst
Rekor kasus Covid-19 di Jerman sentuh angka 164 ribu dalam sehari

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN - Jerman kembali melaporkan rekor baru kasus Covid-19 yang menembus angka 164 ribu dalam sehari, Rabu (26/1/2022). Varian omicron yang sangat menular telah membuat kasus melonjak.

Sekurangnya 166 kematian tercatat pada Rabu (26/1/2022). Angka kematian baru ini menjadikan jumlah kumulatif kematian terkait Covid-19 Jerman menjadi 117.126. Rekor ini terjadi ketika majelis rendah parlemen Jerman bersiap untuk memperdebatkan proposal soal kewajiban vaksin.

Baca Juga

Usulan yang diperdebatkan antara lain mewajibkan semua penduduk dewasa untuk divaksinasi Covid-19, atau hanya yang berusia di atas 50 tahun saja, atau mewajibkan semua yang belum divaksinasi untuk menerima konseling. Sekitar 75 persen dari populasi telah menerima setidaknya satu dosis vaksin. Jerman terbilang negara yang kurang kampanye vaksin dari negara-negara Eropa Barat lainnya seperti Prancis, Italia atau Spanyol.

Pada awal pandemi Covid, Jerman merupakan negara yang lebih berhasil daripada banyak negara lain dalam mengekang penyebaran virus melalui pelacakan kasus dan karantina. Namun sejak musim panas lalu, keraguan terhadap vaksin dan penurunan koordinasi regional telah memakan korban, dan ketidakpuasan publik telah meningkat.

Berbagai seruan untuk melakukan protes di depan gedung parlemen Reichstag sebelum dan selama debat didistribusikan di layanan pesan Telegram. Penentang vaksinasi wajib mengatakan itu melanggar pasal kedua konstitusi, yang menjamin kendali warga atas tubuh mereka sendiri.

Dalam survei Allensbach yang diterbitkan pada Rabu oleh surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung, bagian dari mereka yang dapat membayangkan diri mereka mengambil bagian dalam protes terhadap tindakan anti-coronavirus telah berlipat ganda menjadi 12 persen dalam waktu satu tahun.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA