Monday, 15 Syawwal 1443 / 16 May 2022

Saudi-Thailand Sepakat Pulihkan Hubungan Diplomatik

Rabu 26 Jan 2022 20:40 WIB

Red: Agung Sasongko

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman bertemu dengan Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, di Istana Kerajaan di Riyadh, Arab Saudi, Selasa (25/1/2022). Kedua pemimpin negara tersebut melakukan pertemuan tingkat tinggi pertama setelah tiga dekade.

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman bertemu dengan Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, di Istana Kerajaan di Riyadh, Arab Saudi, Selasa (25/1/2022). Kedua pemimpin negara tersebut melakukan pertemuan tingkat tinggi pertama setelah tiga dekade.

Foto: Bandar Aljaloud/Saudi Royal Palace via AP
Saudi dan Thailand terlibat dalam perselisihan diplomatik terkait pencurian permata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman bertemu Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, Selasa (25/1/2022) waktu Saudi. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin menyatakan sepakat untuk saling menempatkan duta besar di negara masing-masing "dalam waktu dekat".

Pertemuan Pangeran Mohammed dengan PM Prayuth itu merupakan yang pertama kalinya berlangsung antara pemimpin Saudi dan Thailand sejak kedua negara terlibat perselisihan tersebut. Saudi sebelumnya menurunkan derajat hubungan dengan Bangkok setelah kedua negara terlibat perselisihan diplomatik menyangkut pencurian permata senilai 20 juta dolar AS (sekitar Rp286,7 miliar) pada 1989 oleh seorang warga Thailand yang bekerja sebagai petugas kebersihan di istana seorang pangeran Saudi.

Baca Juga

Perselisihan itu kemudian dikenal sebagai "Blue Diamond Affair" atau kasus berlian biru.Satu tahun setelah kasus pencurian, tiga diplomat Saudi di Thailand tewas dalam tiga pembunuhan terpisah, dalam satu malam

.Menurut pernyataan bersama pada Selasa, Prayuth menyatakan "secara tulus menyesalkan adanya kejadian tragis itu di Thailand antara 1989 dan 1990".Prayuth menyatakan pemerintahnya siap "membawa kasus kepada otoritas terkait jika ada bukti baru yang relevan".

Pencurian perhiasan itu sendiri masih menjadi salah satu misteri besar yang belum terpecahkan di Thailand. Kasus tersebut diikuti dengan peristiwa berdarah penghilangan jejak, yang melibatkan beberapa jenderal polisi Thailand.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA