Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Kemenkominfo Minta Masyarakat Mampu Beli Set Top Box 

Rabu 26 Jan 2022 15:49 WIB

Red: Ratna Puspita

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajak masyarakat, terutama dari golongan ekonomi mampu, untuk mulai membeli perangkat set top box dari sekarang tanpa harus menunggu dimulainya tahapan analog switch off (ASO). (Ilustrasi TV Digital)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajak masyarakat, terutama dari golongan ekonomi mampu, untuk mulai membeli perangkat set top box dari sekarang tanpa harus menunggu dimulainya tahapan analog switch off (ASO). (Ilustrasi TV Digital)

Foto: Www.freepik.com
Kemenkominfo secara bertahap akan menghentikan siaran televisi terestrial analog.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajak masyarakat, terutama dari golongan ekonomi mampu, untuk mulai membeli perangkat set top box dari sekarang tanpa harus menunggu dimulainya tahapan penghentian siaran televisi terestrial analog atau analog switch off (ASO). Hal itu untuk menghindari membeludaknya pembelian set top box pada saat-saat terakhir tahapan ASO, yang dapat menimbulkan kelangkaan perangkat tersebut di pasaran.

"Kami khawatir juga nanti di pasaran, yaitu jadi sedikit set top box-nya karena kita fokus untuk masyarakat tidak mampu. Untuk yang mampu itu kalau bisa beli set top box dimulai dari sekarang jadi ini salah satu sosialisasi yang sangat penting," kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Kerja Digitalisasi Penyiaran Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga

Ismail menjelaskan, masyarakat yang telah membeli set top box mulai dari sekarang tetap bisa menyaksikan siaran digital lantaran sejumlah lembaga penyiaran sudah melakukan siaran secara simulcast. Simulcast adalah proses bersiaran TV digital tanpa mengakhiri siaran TV analog.

Dalam data yang dipaparkan Kemenkominfo, sebanyak 291 dari 697 lembaga penyiaran (41,75 persen) sudah bersiaran secara simulcast. "Dengan hadirnya siaran simulcast ini masyarakat sudah bisa berpindah atau sudah bisa menikmati siaran digital di daerahnya. Bahkan, banyak sekali daerah yang siaran digitalnya lebih banyak daripada siaran analog," kata Ismail.

Ismail mengatakan, Kemenkominfo sedang mendiskusikan dengan penyelenggara TV untuk menyiapkan "konten pembunuh", yakni konten menarik yang hanya disiarkan di TV digital. "Ini untuk mendorong masyarakat untuk segera membeli TV digital atau menyiapkan set top box-nya. Kalau misalnya tayang bola gitu nontonnya cuma di digital, tidak ada lagi analog. Ini sangat penting untuk kita menyiapkan mendorong adanya killer content," ujar Ismail.

Kemenkominfo secara bertahap akan menghentikan siaran televisi terestrial analog atau analog switch off yang ditargetkan selesai pada 2 November 2022.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA