Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Konsultan Bioetis Medis Saudi Sebut Islam Bolehkan Transplantasi Organ Hewan ke Manusia

Rabu 26 Jan 2022 15:07 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi dokter. Konsultan Bioetis Medis Saudi Sebut Islam Bolehkan Transplantasi Organ Hewan ke Manusia

Ilustrasi dokter. Konsultan Bioetis Medis Saudi Sebut Islam Bolehkan Transplantasi Organ Hewan ke Manusia

Foto: reuters
Menurutnya, dalam Islam, menyelamatkan nyawa manusia adalah hal terpenting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berita tentang transplantasi organ hewan ke tubuh manusia atau disebut xenotransplantasi telah menjadi kontroversial. Sebelumnya ramai diperdebatkan setelah ahli bedah di Amerika yang memanfaatkan ginjal babi untuk ditransplantasikan ke tubuh manusia.

Hal ini lantas masih menjadi pertanyaan apakah pencangkokan organ hewan ke manusia itu diperbolehkan dari sisi agama, khususnya Islam, atau tidak. Dalam sebuah artikel opini di Al Arabiya, Reem al-Shinawi berpandangan ajaran Islam membolehkan dilakukan transplantasi organ hewan ke tubuh manusia.  

Baca Juga

Reem al-Shinawi adalah konsultan Bioetika Saudi. Dia memegang gelar PhD dalam Etika Kesehatan dan Hukum Medis. Dia adalah pendiri dan direktur Program Etika Terpadu di KFSH-D. Dia telah bekerja pada pengembangan undang-undang Privasi Genetik dan membantu mendirikan Layanan Konsultasi Etika Klinis di Arab Saudi.

Menurutnya, transplantasi organ yang berhasil memindahkan jantung babi ke dalam tubuh manusia adalah contoh bagus dari kemajuan yang dibuat dalam kedokteran dan sains. Hal ini dikatakannya menimbulkan pertanyaan penting yang mencakup bioetika, agama, hukum, dan pemerintahan.

Xenotransplantasi adalah prosedur yang melibatkan pemindahan organ dari satu spesies ke tubuh spesies lain. Sejak penelitian di bidang medis spesialis ini dimulai, ada tingkat kontroversi. Dokter Reem mengatakan, beberapa mengklaim itu menjijikkan, sementara yang lain melihat kapasitasnya untuk program perawatan kesehatan yang efektif.

Sementara dalam Islam, ia menjelaskan menyelamatkan nyawa manusia adalah hal terpenting. Agama Islam mengajarkan umatnya menghargai kehidupan sejak roh memasuki jasad hingga nafas terakhir berembus. Menurutnya, adalah tugas agama dan ahli untuk menyelamatkan hidup seseorang apabila memungkinkan dan sesuai.

Islam juga mengamanatkan agar manusia memperlakukan hewan dengan penuh perhatian, kelembutan, dan rasa hormat sekaligus melarang kekejaman. Berdasarkan prinsip ihsan (amal kebaikan), umat Islam harus menghindari penderitaan pada hewan.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA