Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Banjir di Jember Paksa Para Santri Sebuah Pesantren Mengungsi

Rabu 26 Jan 2022 15:25 WIB

Red: Nur Aini

ilustrasi banjir

ilustrasi banjir

Foto: pexels
Ratusan santri mengungsi karena pesantrennya di Jember kebanjiran setinggi 150 cm

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Banjir yang pada Selasa malam (25/1/2022) menerjang kompleks Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulumdi Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, memaksa para santri dan pengurus pesantren mengungsi.

Pengasuh Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum(IBU) M. Hafidi Cholis di Jember, Rabu (26/1/2022), mengatakan bahwa banjir yang terjadi setelah hujan deras selama beberapa jam itu membuat 364 santri putri dari total 486 santri harus diungsikan ke tempat aman. Menurut dia, banjir sempat menimbulkan genangan setinggi 150 cm di kompleks pesantren putri sehingga para santri harus diungsikan.

Baca Juga

"Alhamdulillah di tengah guyuran hujan deras evakuasi berjalan aman, namun ada 13 santri yang ketakutan, kedinginan, dan kejang-kejang.... ada dua santri harus segera dibawa ke Puskesmas Pakusari," kata Hafidi, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Jember.

Ia mengatakan bahwa semua santri bisa dievakuasi dengan selamat, namun banyak peralatan sekolah dan perabotan milik santri yang hanyut saat banjir. Menurut dia, saat ini banjir sudah surut dan para santri dan guru mulai membersihkan asrama dengan bantuan dari petugas pemerintah dan anggota Barisan Anshor Serbaguna (Banser) Jember.

"Semua santri juga mendapat pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas Pakusari yang dilanjutkan dengan pemberian vitamin setelah santri berjemur dan makan pagi," katanya, menambahkan bahwa kompleks Pondok Pesantren IBU memang sering kebanjiran.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember Heru Widagdo mengatakan bahwa hujan membuat air sungai dan saluran irigasi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kecamatan Pakusaridan Mayang.

"Banjir menerjang dua kecamatan yakni Kecamatan Pakusari dan Mayang dengan total (yang terdampak banjir) 32 rumah dengan 96 jiwa, kemudian Pesantren IBU dengan jumlah 360 santri," katanya.

Ia menambahkan bahwa warga dan aparat pemerintah desa sudah bekerja bakti untuk membersihkan sisa banjir di Dusun Krajan, Desa Mayang, Kecamatan Mayang. Heru mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan karena hujan dengan intensitas tinggi diprakirakan turun hingga beberapa hari ke depan.

Baca: Dua RT di DKI Jakarta Berlakukan Mikro Lockdown

Baca: Minyak Goreng Satu Harga Berlaku, tapi di Pasar Tangsel Masih Rp 19 Ribu per Liter

Baca: Kota Solo akan Rayakan Imlek dengan Sederhana

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA