Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Satu Pertandingan Piala Afrika Dipindah Buntut Insiden Mematikan

Rabu 26 Jan 2022 03:45 WIB

Red: Friska Yolandha

Seorang pejtugas yang mengenakan alat pelindung diri dari Covid-19 menyemprot bola sepak dengan disinfektan sebelum pertandingan sepak bola grup F Piala Afrika 2022 antara Mauritania dan Gambia di Limbe Omnisport Stadium di Limbe, Kamerun, Rabu, 12 Januari 2022. Satu pertandingan perempat final Piala Afrika 2021 dipindah dari Stadion Olembe di Yaounde, Kamerun, setelah insiden yang menewaskan sedikitnya delapan orang karena kerumunan tak terkendali pada Senin (24/1/2022).

Seorang pejtugas yang mengenakan alat pelindung diri dari Covid-19 menyemprot bola sepak dengan disinfektan sebelum pertandingan sepak bola grup F Piala Afrika 2022 antara Mauritania dan Gambia di Limbe Omnisport Stadium di Limbe, Kamerun, Rabu, 12 Januari 2022. Satu pertandingan perempat final Piala Afrika 2021 dipindah dari Stadion Olembe di Yaounde, Kamerun, setelah insiden yang menewaskan sedikitnya delapan orang karena kerumunan tak terkendali pada Senin (24/1/2022).

Foto: AP/Sunday Alamba
Sempat ada wacana penundaan dua pertandingan babak 16 besar yang dijadwalkan Selasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satu pertandingan perempat final Piala Afrika 2021 dipindah dari Stadion Olembe di Yaounde, Kamerun, setelah insiden yang menewaskan sedikitnya delapan orang karena kerumunan tak terkendali pada Senin (24/1/2022). Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) Patrice Motsepe menyatakan pertandingan perempat final yang dimaksud akan dipindah ke Stadion Ahmadou Ahidjo yang juga berlokasi di Yaounde.

Pertandingan yang dipindahkan akan mempertemukan pemenang laga 16 besar Malawi vs Maroko dan Mesir vs Pantai Gading. Stadion Olembe yang baru diresmikan 8 September 2021 setelah mulai dibangun sejak 2018 itu juga dijadwalkan menjadi lokasi pertandingan semifinal pada 3 Februari dan partai final tiga hari berselang.

Baca Juga

Motsepe menyatakan bahwa ada kemungkinan dua pertandingan itu akan dipindah juga kecuali otoritas lokal Kamerun bisa menjamin adanya peningkatan pengamanan. Mostepe juga mengatakan pihak CAF tengah meminta penjelasan dari panitia lokal Kamerun serta pemerintah setempat mengenai penyebab kerumunan tak terkendali serta mengapa salah satu gerbang di stadion yang seharusnya dibuka malah ditutup saat kejadian.

"Kami ingin langkah-langkah mendesak untuk memastikan insiden tidak berulang dan laporan rinci apa kesalahan yang terjadi pada Jumat," kata Motsepe dalam sebuah jumpa pers yang dikutip dari Reuters.

"Jelas ada kekurangan, kegagalan dan kelemahan. Ada masalah yang seharusnya sudah diantisipasi."

"Keselamatan dan keamanan penonton seharusnya menjadi tugas dan kewajiban utama kami," ujarnya.

Motsepe menjelaskan bahwa terdapat ribuan penonton tambahan yang memasuki stadion untuk meramaikan suasana. "Ada gerbang yang ditutup karena alasan yang tidak bisa dijelaskan," katanya setelah menyambangi lokasi kerumunan tak terkendali, merujuk apabila gerbang dibuka kejadian bisa dihindari.

Motsepe juga menyatakan sempat ada wacana penundaan dua pertandingan babak 16 besar yang dijadwalkan Selasa ini, tetapi pemangku kepentingan sepakat untuk tetap melangsungkan laga.

Pada Selasa ini ada dua pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Bafoussam dan Stadion Ahmadou Ahidjou di Yaounde.

Sebanyak 38 orang mengalami luka-luka ketika para penonton menyerbu stadion yang menjadi lokasi pertandingan tuan rumah Kamerun melawan Kepulauan Comoros pada Senin. Motsepe mengaku telah membesuk korban luka yang tujuh di antaranya masih dirawat di rumah sakit.

Sejumlah gambar beredar di media sosial, yang tidak dapat segera dikonfirmasi oleh Reuters, memperlihatkan orang-orang panik mencoba memasuki Stadion Olembe melalui gerbang masuk yang sempit. Sebuah video bahkan memperlihatkan lusinan penggemar tergencet di pagar stadion sementara seorang polisi hanya berlalu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA