Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Matthew White Meninggal karena Diabates, Kenali Gejalanya pada Anak

Rabu 26 Jan 2022 02:50 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Aktor cilik Matthew White meninggal dunia dalam usia 12 tahun akibat diabetes, Ahad (23/1/2022).

Aktor cilik Matthew White meninggal dunia dalam usia 12 tahun akibat diabetes, Ahad (23/1/2022).

Foto: Instagram
Anak penderita diabetes akan mengalami penurunan berat dan sering buang air kecil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor cilik Matthew White menghembuskan napas terakhir di usia 12 tahun akibat penyakit diabetes mellitus (DM). Dokter konsultan Endokrinologi Anak di FKUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan rumah sakit (RS) Brawijaya Antasari, Frida Soesanti mengatakan, ada dua jenis DM pada anak, namun mayoritas atau 90 persen menderita DM tipe 1.

"Diabetes pada anak ada dua macam yaitu tipe 1 dan tipe 2. Tercatat sekitar 1.400 anak Indonesia menderita DM tipe 1 dan sebagian besar atau 90 persen anak menderita DM tipe 1 karena kerusakan pankreasnya," ujarnya saat dihubungi Republika, Selasa (25/1/2022) malam.

Jadi, dia melanjutkan, DM yang diderita mayoritas anak berbeda dengan DM pada orang dewasa yang disebabkan pola hidup atau bertubuh gemuk jadi insulinnya banyak tetapi tak bisa bekerja dengan baik atau tipe 2. Kendati demikian, Frida mengakui anak pun juga bisa menderita DM seperti yang dialami orang dewasa yaitu DM tipe 2. 

Artinya memiliki banyak insulin tetapi tak bisa bekerja dengan baik. Karena organ tubuh yang menghasilkan insulin rusak, dia malenjutkan, maka harus ada penggantian insulin seumur hidup. 

Terkait penyebab DM tipe 1, Frida mengatakan penyebabnya bukanlah keturunan melainkan genetik. Ia mengungkap fakta sebagian besar anak yang terkena DM tipe 1 ternyata keluarganya tidak ada yang menderita DM. Jadi, ayah dan ibunya hidup normal tetapi memiliki anak yang menderita DM. 

"Artinya anak dengan DM tipe 1 punya gen yang sifatnya rentan terhadap DM tipe 1. DM tipe 1 hanya muncul pada anak tanpa diturunkan dari ortunya, bahkan hanya 2 persen anak yang menderita DM tipe ini memiliki keluarga yang sama menderita penyakit yang sama," katanya.

Namun, ia mengakui kalau orang tanya menderita DM tipe 1, maka bisa melahirkan anak yang memiliki risiko lebih tinggi menderita DM dibandingkan yang keluarganya tak memiliki riwayat penyakit DM. Hingga saat ini, Frida menyebutkan Indonesia sudah mencatat sekitar 1.400 anak menderita DM tipe 1. Namun, ia menduga jumlah anak penderita DM tipe 1 seharusnya jauh lebih banyak dari itu. Frida memperkirakan anak Indonesia yang menderita DM hingga puluhan ribu namun belum terungkap.

"Karena hampir 100 ribu anak di dunia terdiagnosis DM tipe 1 dan seperempatnya ada di Asia Tenggara. Jumlah penduduk terbanyak di Asia Tenggara kan Indonesia, jadi seharusnya negara ini yang paling banyak pasien DM tipe 1," ujarnya.

Sayangnya, dia melanjutkan,  belum ada cara yang bisa mencegah DM tipe 1.  Hingga saat ini, dia menambahkan, belum ada hasil penelitian yang pasti untuk mencegah dan menyembuhkan DM tipe 1. Oleh karena itu, dia melanjutkan, yang bisa dikerjakan untuk menghadapi DM tipe 1 adalah deteksi dini mengenali gejalanya.

"Tentu kita tak mau jatuh dalam kondisi gawat darurat.  Nah, makanya penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan tenaga kesehatan bahwa anak bisa menderita DM," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA