Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Polandia Mulai Bangun Tembok di Perbatasan Belarusia

Rabu 26 Jan 2022 03:30 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani

Prajurit Polandia menjaga daerah dekat pagar kawat berduri tempat para migran berkumpul di perbatasan Belarusia-Polandia dekat Grodno, Belarus,, 14 November 2021.

Prajurit Polandia menjaga daerah dekat pagar kawat berduri tempat para migran berkumpul di perbatasan Belarusia-Polandia dekat Grodno, Belarus,, 14 November 2021.

Foto: AP/Oksana Manchuk/BelTA
Pembangunan tembok di perbatasan Belarusia untuk menghalangi penyeberangan pengungsi.

REPUBLIKA.CO.ID, WARSAWA -- Kontraktor Polandia  mulai mengerjakan pembangunan tembok senilai 353 juta euro di sepanjang perbatasan Belarusia. Pembangunan tembok ini bertujuan untuk menghalangi penyeberangan pengungsi.

Tembok setinggi 5,5 meter ini akan membentang sepanjang 186 kilometer dari perbatasan. Pembangunan separuh dari total panjang tembok tersebut dijadwalkan rampung pada Juni tahun ini.

Pembangunan tembok telah menimbulkan kekhawatiran hak asasi manusia terkait bagaimana para pengungsi dapat mencari suaka. Termasuk kekhawatiran lingkungan tentang dampaknya terhadap satwa liar di sepanjang perbatasan yang sebagian besar berhutan.

"Tujuan kami adalah mengantisipasi kerusakan sekecil mungkin. Penebangan pohon akan dibatasi secara minimal. Tembok itu akan dibangun di sepanjang jalan perbatasan,” kata juru bicara penjaga perbatasan Anna Michalska, dilansir Aljazirah, Selasa (25/1).

Michalska menambahkan kontraktor hanya akan memanfaatkan jalan yang ada. Tahun lalu, ribuan pengungsi dan migran yang sebagian besar berasal  dari Timur Tengah berusaha melintasi perbatasan dari Belarusia ke Polandia.

Negara Barat menuding pemerintah Belarusia telah mendorong calon pencari suaka untuk terbang ke Minsk dengan janji "perjalanan mudah" dengan berjalan kaki ke Uni Eropa. Polandia menilai krisis itu sebagai serangan "hibrida" dari Belarus dan sekutu utamanya Rusia. Hal ini mengacu pada jenis perang yang menggunakan taktik non-militer.

Belarusia membantah dan menuduh Polandia memperlakukan para pengungsi dengan tidak manusiawi. Sejak itu, ribuan pengungsi Irak telah dipulangkan dari perbatasan Polandia-Belarusi ke negara mereka

Pada puncak krisis tahun lalu, Polandia mengirim ribuan tentara dan petugas polisi ke perbatasan untuk memperkuat patroli penjaga perbatasan. Polandia juga membangun pagar kawat berduri di sepanjang perbatasan, dan menutup daerah perbatasan untuk media serta kelompok hak asasi manusia. Polandia menyetujui undang-undang baru yang memungkinkan pencari suaka dipaksa kembali ke Belarusia.

Sejak konflik di perbatasan Polandia-Belarusia memanas tahun lalu, jumlah penyeberangan telah menurun tajam. Namun beberapa migran masih mencoba untuk menyebrangi perbatasan yang semakin berbahaya di tengah cuaca dingin.

Penjaga perbatasan pada Selasa mengatakan, telah terjadi 17 penyeberangan dalam 24 jam terakhir. Sebanyak 14 orang yang terdiri dari 11 warga Iran, dua warga Lebanon dan satu warga Suriah memotong pagar kawat berduri dan menyeberang ke Polandia.

"Mereka ditahan bersama dengan kelompok terpisah yang terdiri dari tiga orang dari Ghana yang menyeberang di titik perbatasan yang berbeda," ujar penjaga perbatasan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA