Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Putra John Lenon Jual Memorabilia The Beatles Sebagai NFT

Selasa 25 Jan 2022 18:33 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih

The Beatles

The Beatles

Foto: AP
Catatan yang ditulis Paul McCartney untuk Hey Jude diperkirakan laku Rp 430 juta,

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Putra tertua John Lennon bernama Julian menjual beberapa bagian sejarah musik dari koleksi pribadinya, yaitu memorabilia The Beatles yang akan ia jual sebagai non fungible token (NFT). Meski begitu, Julian mengaku akan tetap menyimpan baik barang fisiknya.

Selain memorabilia, barang yang dijual adalah mantel hitam yang dikenakan ayahnya dalam film Help! dan catatan tulisan tangan untuk lagu The Beatles, Hey Jude. NFT telah disebut sebagai jawaban digital untuk barang koleksi, tetapi para kritikus telah memperingatkan tentang risiko di pasar.

Baca Juga

Penjualan tersebut termasuk NFT mantel Afghanistan yang dikenakan oleh John Lennon dalam film yang dibuat untuk televisi Magical Mystery Tour dan tiga gitar Gibson yang diberikan kepada Julian Lennon oleh ayahnya. Setiap NFT akan ditawarkan sebagai koleksi audio-visual dengan narasi oleh Julian Lennon.

NFT dari catatan yang ditulis tangan oleh Paul McCartney untuk Hey Jude diperkirakan akan laku keras di pelelangan dengan harga yang dimulai dari 30 ribu dolar Amerika atau Rp 340 juta. Namun, Julian berekspetasi tawaran yang ia dapat bisa mencapai lebih dari dua kali lipat. Sebagian dari hasil penjualan NFT akan disumbangkan ke Yayasan Bulu Putih Julian Lennon. Lelang daring akan dilaksanakan pada 7 Februari mendatang.

Dilansir BBC, Selasa (25/1), NFT adalah satu-satunya aset di dunia digital yang dapat dibeli dan dijual seperti properti lainnya, tetapi tidak memiliki bentuk yang nyata. Token digital dapat dianggap sebagai sertifikat kepemilikan untuk aset virtual atau fisik.

Secara tradisional, barang-barang koleksi dipandang berharga karena kelangkaannya, tetapi file digital dapat dengan mudah dan tanpa henti digandakan. Dengan NFT, barang-barang tersebut memiliki sertifikat kepemilikan digital yang dapat dibeli dan dijual.

Seperti halnya cryptocurrency, catatan tentang siapa saja yang memiliki akan disimpan di buku besar yang dikenal sebagai blockchain. Catatan tidak dapat dipalsukan karena buku besar dikelola oleh ribuan komputer di seluruh dunia. Dengan beberapa NFT berpindah tangan seharga puluhan juta dolar, nilai pasar seni digital dan barang koleksi kini mendekati nilai perdagangan seni global. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA