Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

BKSDA Sumbar Evakuasi Beruang Madu Terkena Jerat di Solok Selatan

Selasa 25 Jan 2022 14:13 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Seekor satwa langka dan dilindungi beruang madu (Helarctos malayanus) yang diserahkan warga makan di dalam kandang rehabilitasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Seekor satwa langka dan dilindungi beruang madu (Helarctos malayanus) yang diserahkan warga makan di dalam kandang rehabilitasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Foto: Antara/Irwansyah Putra
Beruang terkena jerat babi hutan, berupa tali nilon hingga luka di bagian kaki kiri.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLOK SELATAN -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatra Barat (BKSDA Sumbar) berhasil menyelamatkan seekor beruang madu (Helarctos malayanus) yang terkena jerat di Jorong Sungai Kapur, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumbar pada Selasa (25/1/2022). Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono mengatakan, informasi harimau terjerat bermula dari Kepala Jorong Sungai Kapur yang menghubungi petugas Resor Konservasi Wilayah (RKW) Solok pada Senin (24/1) sekitar pukul 17.00 WIB.

Sang Kepala Jorong Sungai Kapur, sambung dia, menjelaskan adanya beruang yang terkena jerat. Melihat hasil foto dan video yang dikirim melalui WhatsApp, kata Ardi, petugas melakukan verifikasi informasi dan selanjutnya melakukan meninjau lokasi kejadian sekaligus membawa perlengkapan penanganan konflik.

Baca Juga

Saat tiba di lokasi pada malam harinya, sambung dia, petugas bersama tim medis dari Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra (PRHS) Dharmasraya melakukan evakuasi beruang. Sang beruang terkena jerat babi hutan, berupa tali nilon, satwa tersebut mengalami luka pada bagian kaki sebelah kiri.

Ardi menjelaskan, proses evakuasi satwa berjalan dengan lancar, tim sekaligus melakukan penanganan medis terhadap luka akibat jerat. "Setelah dilakukan observasi beberapa jam, dan melihat kondisi satwa yang bisa beraktivitas normal, tim memutuskan untuk melepasliarkan beruang itu ke habitatnya kembali," kata Ardi di Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, Selasa (25/1/2022).

Adapun lokasi lepas liar satwa beruang, yaitu di areal ABKT PT Bukit Raya Medusa(BRM) yang berdekatan dengan Kawasan Cagar Alam Batang Pangean II. Ardi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi beruang. "Kami kepada seluruh masyarakat agar tidak ada lagi memasang jerat, karena efek dari jerat ini bisa melukai dan membunuh satwa satwa yang dilindungi termasuk harimau Sumatra," kata Ardi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA