Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Belasan Anak di Satu RW Kota Surabaya Terserang DBD

Selasa 25 Jan 2022 14:01 WIB

Red: Nur Aini

Pasien demam berdarah dengue (ilustrasi)

Pasien demam berdarah dengue (ilustrasi)

Foto: Republika/Prayogi
Wabah DBD mulai menyebar di RW 10 Keluaran Menur Pumpungan Surabaya pada Januari

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sekurangnya 15 anak di RW 10 Kelurahan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur, terkena wabah demam berdarah dengue (DBD).

Salah satu pengurus RT 06/RW 10 Farid mengatakan, di kampungnya terdapat tiga anak yang terjangkit DBD.

Baca Juga

"Jumlah anak-anak yang terjangkit DB antara 2 sampai 3 anak, tersebar di RT 01 sampai RT 06," katanya.

Ia mengatakan, wabah DBD mulai menjangkiti anak-anak di kawasan RW 10 pada Januari. Saat ini, kata dia, lima anak sudah membaik kondisinya, sedangkan sisanya masih dirawat di rumah sakit karena mendapatkan rujukan. Warga sudah melaporkan kejadian ini ke pihak Puskesmas Sukolilo namun hanya diberikan abate, yang berfungsi sebagai pembunuh jentik nyamuk di bak mandi, padahal warga ingin supaya dilakukan pengasapan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno mengatakan pihaknya sempat mendatangi permukiman warga yang anaknya terkena DBD.

"Pada Senin (24/1/2022), saya mendatangi permukiman warga yang sebagian anak-anak terkena DBD. Saya sudah berbicara dengan ketua RT untuk penanganan selanjutnya," kata Anas Karno di Surabaya, Selasa (25/1/2022).

Dalam pertemuan tersebut ia mendengar aduan dari para ketua RT dan ketua RW, yang dilanjutkan dengan menghubungi lurah serta kepala puskesmas.

"Warga minta supaya dilakukan fogging untuk mencegah penularan," katanya.

Mendapati hal itu, ia kemudian menghubungi lurah dan kepala puskesmas setempat. Permintaan itu kemudian disanggupi oleh pihak lurah dan kepala puskesmas. Meski demikian, ia menyayangkan karena lambannya respons pihak kelurahan dan Puskesmas untuk melakukan pengasapan di kawasan perkampungan tersebut.

"Masa harus menunggu jumlah penderitanya banyak baru mau 'fogging'," katanya.

Setelah melakukan pertemuan dengan para ketua RT dan ketua RW, ia berkesempatan mengunjungi salah satu anak penderita DBD yang dirawat di rumah.

"Kami minta warga yang terkena DBD dirawat dengan baik oleh pihak Puskesmas," katanya.

Baca: 5 Kabupaten/Kota di NTT Belum Capai 70 Persen Vaksinasi Covid-19

Baca: Pasien Rawat Inap di RSDC Wisma Atlet Bertambah, Total Dekati 3.000 Orang

Baca: Kota Bandung Mulai Tes Covid-19 Acak Siswa dan Guru di Sekolah

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA