Selasa 25 Jan 2022 05:13 WIB

Wagub Ajak PT Sinar Sosro Kembangkan Ekonomi Pesantren di Jateng

Brand Teh Botol Sosro telah melibatkan UMKM melalui program kemitraan

Rep: bowo pribadi/ Red: Hiru Muhammad
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat meninjau proses produksi di pabrik PT Sinar Sosro, di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (24/1). Dalam kesempatan ini Taj yasin mengajak perusahaan tersebut ikut mendukung program pengembangan perekonomian berbasis pesantren.
Foto: dok. Istimewa
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat meninjau proses produksi di pabrik PT Sinar Sosro, di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (24/1). Dalam kesempatan ini Taj yasin mengajak perusahaan tersebut ikut mendukung program pengembangan perekonomian berbasis pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN—Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengapresiasi langkah PT Sinar Sosro yang telah ikut peduli dan mengajak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk berkembang.

Pasalnya, perusahaan dengan brand Teh Botol Sosro ini telah memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM di Jawa Tengah tetap berkembang melalui kemitraan, sebagai salah satu strategi mengentaskan kemiskinan.

Baca Juga

“Kerja sama ini harapannya dapat ditingkatkan lagi ke level yang lebih tinggi dalam rangka mendukung pembangun ekonomi di Jawa Tengah,” ungkapnya, di sela mengunjungi pabrik PT Sinar Sosro, di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (24/1).

Dalam kesempatan ini, Taj Yasin juga menyampaikan telah mendiskusikan bagaimana perusahaan ini juga ikut andil dalam pengentasan kemiskinan dan pengembangan UMKM, yang linier dengan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Wagub ingin mengajak perusahaan ini dapat berbuat lebih banyak lagi dalam mendukung program pemerintah serta masyarakat di Jawa Tengah. Antara lain seperti berkontribusi bagi Ekonomi Pesantren (Ekotren) yang saat ini sudah berjalan.

“Karena potensi pemberdayaan ekonomi dari lingkungan pesantren di Jawa Tengah juga sangat besar bagi kemaslahatan umat,” tegasnya, di hadapan jajaran manajemen perusahaan PT Sinar Sosro.   

Selain ekotren, masih lanjut Taj Yasin, kawasan kuliner juga menjadi salah untuk mendorong peningkatan potensi UMKM di Jawa Tengah. Terlebih hampir di semua daerah di Jawa Tengah memiliki kuliner khas.

Maka kawasan kuliner tersebut nantinya bisa diisi oleh para pelaku UMKM, khususnya pedang kaki lima (PKL). Selain itu jika PKL dapat ditertibkan di satu kawasan, maka akan lebih mudah untuk menata serta mengatur yang pada akhirnya akan semakin meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja.

“Nanti ‘gongnya’ adalah kita ingin mengenalkan makanan khas di Jawa Tengah ini, misalnya dari Pati apa, dari Rembang kuliner khasnya apa, lalu dari Wonosobo, Banjarnegara dan seterusnya,” tegas wagub.

Sebab, semua memiliki makanan khas yang bisa diangkat bersama- sama sebagai potensi ekonomi daerah. Sehingga akan semakin mengenalkan Jawa Tengah dengan berbagai keragaman makanan khasnya, keragaman pelaku UMKM nyadan lain- lain. “Kira- kira seperti itu yang ingin kita kerjasamakan dengan PT Sinar Sosro,” kata Taj yasin.

Menanggapi hal ini, GM Marketing PT Sinar Sosro, Denta Anggakusuma, menyambut baik ajakan Wagub Jawa Tengah tersebut. Saat ini ada tiga program yang hendak digarap bersama perusahaannya dengan Pemprov Jawa Tengah, masing- masing terkait dengan pemberdayaan ekonomi santri, kawasan kuliner dan festival kuliner asli Jawa Tengah. “Kami tertarik ajakan Wagub Jawa Tengah untuk memberikan dukungan pengelolaan wirausaha dari lingkungan pesantren (para santri) yang ada di Jawa Tengah,” katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement