Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Anak Meninggal Akibat DBD di Kota Tasikmalaya Bertambah

Senin 24 Jan 2022 19:50 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Nur Aini

Pasien demam berdarah dengue (ilustrasi)

Pasien demam berdarah dengue (ilustrasi)

Foto: Republika/Prayogi
Kota Tasikmalaya mencatatkan dua anak meninggal akibat DBD pada 2022

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya melaporkan seorang anak berusia 12 tahun asal Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, meninggal dunia karena demam berdarah dengue (DBD). Anak itu meninggal pada Ahad (23/1/2022) saat menjalani perawatan di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kots Tasikmalaya, Asep Hendra, mengatakan, meninggalnya anak itu merupakan kasus kematian kedua akibat DBD di Kota Tasikmalaya pada 2022. Kedua korban meninggal akibat DBD masih berusia anak. 

Baca Juga

"Pertama itu kan tanggal 17 Januari. Terbaru kemarin, 23 Januari," kata dia, Senin (23/1/2022).

Asep menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus kematian akibat DBD tersebut. Sebab, meski rumahnya berada di Kecamatan Cibeureum, anak sekolah di wilayah Kahuripan, Kecamatan Tawang, yang merupakan salah satu wilayah endemik DBD di Kota Tasikmalaya.

"Namun kami masih selidiki dia tertular di mana. Kadang kan tertular tak harus di rumah," kata dia.

Asep mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati terkait penularan DBD di Kota Tasikmalaya. Apalagi, saat ini masih memasuki musim hujan. Masyarakat diminta melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M (menguras, menutup, mengubur) penampungan air.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, sepanjang 1-24 Januari 2022 terdapat 159 kasus DBD. Sebanyak 143 kasus di antaranya harus menjalani perawatan dan dua kasus berakhir meninggal dunia. 

Menurut Asep, total kasus saat ini masih belum melebihi jumlah kasus pada momen yang sama di tahun sebelumnya. "Tahun lalu, selama Januari saja sudah lebih dari 200 kasus," kata dia. 

Ia menambahkan, sejauh ini, wilayah dengan sebaran kasus DBD tertinggi sejauh ini adalah Kelurahan Kersamemak, Kecamatan Kawalu. Di kelurahan, setidaknya terdapat 14 kasus DBD.

Baca: Kasus Covid-19 Omicron Tembus 1.626, Lebih dari 1.000 dari Pelaku Perjalanan Internasional

Baca: Tangerang Tutup Semua Taman dan RTH untuk Tekan Kasus Covid-19

Baca:Jumlah Pengunjung Kebun Raya Bogor Berkurang Terpengaruh Ganjil Genap

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA