Monday, 15 Syawwal 1443 / 16 May 2022

 Asteroid Selebar 71 Meter Lewat Dekat Bumi Awal Februari, Berbahaya?

Senin 24 Jan 2022 14:35 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Dwi Murdaningsih

Asteroid/ilustrasi

Asteroid/ilustrasi

Foto: EPA
Asteroid 71 meter melintasi Bumi dengan jarak aman pada 5 Februari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Asteroid 2022 AA dikabarkan akan menjadi asteroid pertama yang akan mendekati bumi pada 2022 ini. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Clara Yono Yatini, mengungkapkan, asteroid tersebut akan melintasi di dekat bumi secara aman dan tidak berbahaya bagi manusia.

"Tidak ada pengaruhnya terhadap kehidupan manusia," ungkap Clara dalam siaran pers yang dikutip dari laman resmi BRIN, Senin (24/1).

Baca Juga

Kabar entang asteroid yang mendekati bumi di tahun 2022 ini cukup mengejutkan publik. Pusat Planet Kecil atau Minor Planet Center (MPC), organisadi di bawah Perhimpunan Astronomi Internasional mengonfirmasi penemuan asteroid pertama yang mendekati Bumi pada 2022 itu dan menamainya 2022 AA.

Claea menjelaskan, ukuran Asteroid 2022 AA tidak besar dan bumi sama sekali tidak akan terpengaruh dengan melintasnya asteroid tersebut. Dia juga mengatakan, asteroid itu juga tidak akan berpengaruh terhadap cuaca antariksa.

"Karena umumnya cuaca antariksa dipengaruhi terutama oleh matahari, disamping partikel berenergi tinggi dan medan magnet di ruang antara matahari-bumi," kata dia.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang, menjelaskan, asteroid tersebut baru ditemukan pada 1 Januari 2022. Dia menerangkan, Asteroid 2022 AA termasuk keluarga asteroid Apollo karena jarak rata-rata asteroidnya lebih besar dari jarak rata-rata bumi ke matahari.

Menurut Andi, Asteroid 2022 AA akan melintas di dekat bumi pada 4 Februari 2022 pukul 21.16 UT atau 5 Februari 2022 pada pukul 04.16 WIB dengan jarak 2.542.000 km dari bumi. Asteroid yang berukuran 71 meter tersebut bergerak dengan kecepatan 13.200 km/jam saat melintas di dekat Bumi.

"Jarak ini masih lebih besar dibandingkan batas roche,” terang Andi. 

Batas roche adalah jarak minimum benda langit untuk dapat mempertahankan dirinya agar tidak pecah berkeping-keping. Kondisi tersebut disebabkan oleh gaya pasang surut yang dialami asteroid sama dengan gaya gravitasi bumi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA