Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Studi: Dosis Keempat Vaksin Covid-19 Tingkatkan Daya Tahan Hingga Tiga Kali Lipat

Senin 24 Jan 2022 10:23 WIB

Red: Nora Azizah

'Booster' Covid-19 yang diberikan pada lansia tunjukan kekebalan tiga kali lipat.

'Booster' Covid-19 yang diberikan pada lansia tunjukan kekebalan tiga kali lipat.

Foto: Wikimedia
'Booster' Covid-19 yang diberikan pada lansia tunjukan kekebalan tiga kali lipat.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Dosis keempat vaksin Covid-19 yang diberikan kepada lansia di Israel meningkatkan daya tahan mereka tiga kali lipat terhadap penyakit serius dibanding penerima dosis ketiga pada kelompok usia serupa. Hal ini diutarakan Kementerian Kesehatan Israel, Ahad (24/1/2022).

Kemenkes Israel juga mengatakan, dosis keempat atau booster kedua menjadikan para lansia lebih tahan terhadap infeksi dibanding lansia yang menerima dosis ketiga. Studi awal yang diterbitkan pusat medis Sheba Israel menunjukkan bahwa dosis keempat vaksin Covid-19 meningkatkan kadar antibodi, bahkan sedikit lebih tinggi dibanding dosis ketiga, dilansir reuters, Senin (24/1/2022).

Baca Juga

Namun, dosis keempat kemungkinan tidak sepenuhnya mampu menangkal varian omicron yang sangat menular. Israel mulai memberikan dosis keempat kepada kaum lansia awal Januari ini selagi omicron mengganas.

Kementerian Israel mengatakan, studi tersebut, yang melibatkan sejumlah universitas utama Israel dan pusat medis Sheba, membandingkan 400.000 lansia yang sudah menerima dosis keempat dengan 600.000 lansia yang baru mendapatkan dosis ke-3. Seperti di wilayah lainnya, Israel mengalami lonjakan kasus Covid-19 akibat varian omicron. Namun, otoritas melaporkan nihil kematian varian tersebut.

Di sisi lain, Brasil mencatat 135.080 kasus baru Covid-19 dan 296 kematian akibat infeksi virus corona dalam 24 jam terakhir saat varian omicron mengamuk di seluruh negeri. Hal itu disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Brasil pada Ahad lalu.

Lebih dari 24 juta kasus Covid-19 telah tercatat di Brasil sejak kasus infeksi virus corona terdeteksi di negara itu, dengan total 623.097 kematian, menurut data kementerian kesehatan negara itu. Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) pada Rabu (19/1/2022) menyatakan bahwa kasus infeksi virus corona di negara-negara di benua Amerika menyebar lebih aktif dibandingkan sebelumnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA