Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Sejarah Hari Ini: Demam Emas California Dimulai

Senin 24 Jan 2022 08:19 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

tambang emas (ilistrasi). Pada 24 Januari 1848, seorang tukang kayu Amerika, James W Marshall menemukan tambang emas di sepanjang tepi Sutters Creek, dekat Sacramento, California, Amerika Serikat (AS).

tambang emas (ilistrasi). Pada 24 Januari 1848, seorang tukang kayu Amerika, James W Marshall menemukan tambang emas di sepanjang tepi Sutters Creek, dekat Sacramento, California, Amerika Serikat (AS).

Foto: miningglobal.com
Penemuan tambang emas kemudian memicu ratusan ribu orang mendatangi lokasi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pada 24 Januari 1848, seorang tukang kayu Amerika, James W Marshall menemukan tambang emas di sepanjang tepi Sutters Creek, dekat Sacramento, California, Amerika Serikat (AS). Penemuan itu kemudian memicu ratusan ribu orang mendatangi lokasi tersebut untuk mencari emas dan sebagian lagi membuka kios peralatan pertambangan.

Seperti dilansir laman History, Senin (24/1), awalnya Marshall tengah bekerja melihat ke pabrik penggilingan yang baru dipotong ketika seberkas cahaya di bumi yang gelap menarik perhatiannya. Melihat lebih dekat, Marshall menemukan bahwa banyak dari penggilingan itu berbintik-bintik dengan apa yang tampak seperti serpihan emas kecil.

Baca Juga

Setelah seorang pemeriksa memastikan bahwa serpihan itu memang emas, bos Marshall, John Augustus Sutter diam-diam mulai mengumpulkan emas sebanyak mungkin, berharap untuk merahasiakan penemuan itu. Namun, kabar segera bocor dan, dalam beberapa bulan, demam emas terbesar di dunia telah dimulai.

Namun pada 1855, emas di kawasan tersebut semakin sulit dicari dan membuat sebagian orang berhenti menambang emas. Fenomena itu kini dikenang sebagai California Gold Rush atau Demam Emas California.

Laman Britannica mencatat demas Emas memiliki dampak besar di Kalifornia yang secara dramatis mengubah demografinya. Sebelum penemuan emas, populasi wilayah itu sekitar 160 ribu, sebagian besar di antaranya adalah penduduk asli Amerika.

Sekitar tahun 1855, lebih dari 300 ribu orang telah tiba. Sebagian besar adalah orang Amerika, meskipun sejumlah pemukim juga berasal dari Cina, Eropa, dan Amerika Selatan. Masuknya besar-besaran orang yang bukan penduduk asli memunculkan banyak kota  dengan San Francisco mendapatkan keunggulan khusus. Demam Emas dikreditkan dengan mempercepat status negara bagian California pada 1850.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA