Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Tuchel Merasa Gentar Lawan Antonio Conte?

Ahad 23 Jan 2022 21:35 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Muhammad Akbar

 Pelatih kepala Chelsea Thomas Tuchel berteriak pada pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Chelsea dan Liverpool di Stamford Bridge di London,Senin (3/1) dini hari WIB.

Pelatih kepala Chelsea Thomas Tuchel berteriak pada pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Chelsea dan Liverpool di Stamford Bridge di London,Senin (3/1) dini hari WIB.

Foto: AP/Matt Dunham
Tuchel berharap emosi tersebut datang dari penggemar Chelsea saat melawan Tottenham

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Pelatih Chelsea Thomas Tuchel akan beradu taktik dengan Antonio Conte ketika Chelsea menjamu Tottenham Hotspur dalam pertandingan Liga Inggris, di Stadion Stamford Bridge, Ahad (23/1) malam WIB.

Mengenai bagaimana Tuchel dan Conte beraksi di pinggir lapangan menjadi topik pembicaraan jelang laga.

Tuchel mengatakan tim di bawah Conte selalu memiliki keinginan besar untuk menang. Conte juga mendorong anak asuhnya kuat secara fisik. Conte juga selalu berdiri di pinggir lapangan untuk memberikan instruksi kepada timnya.

“Sangat sulit bermain melawan timnya dan sekarang kami melakukannya untuk ketiga kalinya, tetapi itu tidak terlalu memengaruhi kepelatihan saya."

"Anda selalu perlu menemukan perpaduan yang baik antara emosi dan kepala dingin. Ini pada saya seperti itu untuk para pemain," kata Tuchel jelang laga dikutip dari laman resmi klub.

Tuchel menambahkan pemain perlu juga sadar tentang pentingnya permainan bagus demi menghibur penggemar. Selain itu pemain juga perlu tahu pentingnya posisi di klasemen. Namun ia juga mengingatkan pemain tak boleh terbawa emosi.

Ia mencontohkan timnya terlalu terbawa emosi ketika melawan Brighton & Hove Albion. Itu terlihat pasukannya seperti frustasi, marah dan kecewa. Ia ingin timnya tenang ketika menghadapi racikan Conte yang selalu penuh dengan emosi.

Pelatih asal Jerman tersebut berharap emosi tersebut datang dari penggemar. Tapi di satu sisi, Tuchel ingin pemainnya tenang dan berpikir jernih disaat-saat momen menentukan.

"Jika Anda ingin melakukan yang lebih baik, Anda akan tersedot ke dalam permainan,' akunya, 'tetapi saya rasa para pemain tidak terlalu melihat itu ketika mereka bermain, mereka tidak terlalu banyak mendengar ketika stadion penuh," ujarnya.

Namun Tuchel mengakui terkadang sulit mengontrol emosi. Ia sendiri untuk mengontrolnya tergantung kepada apa yang dirasakan di lapangan. Kendati demikian ia mengatakan selalu ada ruang untuk diatasi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA