Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Pekerja Migran Pulang dari Malaysia Dikarantina di Asrama Haji Surabaya

Ahad 23 Jan 2022 18:17 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pekerja Migran Indonesia (PMI) menunggu hasil tes pemeriksaan kesehatan dan dokumen perjalanan saat tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (22/1/2022). Sebanyak 131 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia pulang ke Jawa Timur. Pekerja Migran Pulang dari Malaysia Dikarantina di Asrama Haji Surabaya

Pekerja Migran Indonesia (PMI) menunggu hasil tes pemeriksaan kesehatan dan dokumen perjalanan saat tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (22/1/2022). Sebanyak 131 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia pulang ke Jawa Timur. Pekerja Migran Pulang dari Malaysia Dikarantina di Asrama Haji Surabaya

Foto: Antara/Umarul Faruq
Mereka langsung dikarantina di Asrama Haji selama tujuh hari.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan dalam upaya mencegah penularan Covid-19, seluruh pekerja migran asal Indonesia yang baru pulang dari Malaysia langsung dikarantina di Asrama Haji selama tujuh hari.

"Yang dikarantina yang hasil PCR negatif, sedangkan positif langsung dibawa ke RSUD dr Soetomo," kata Khofifah saat dihubungi, Ahad (23/1/2022).

Baca Juga

Pada Sabtu (22/1) sebanyak 129 orang pekerja Indonesia tiba dari Malaysia di Terminal 2 Bandar Udara Internasional Juanda. Mereka langsung menjalani pemeriksaan RT-PCR untuk mendeteksi penularan Covid-19 dan menunggu hasil pemeriksaan keluar selama sekitar satu jam.

"Ketika menunggu hasil tes usap, yang bersangkutan tak diperbolehkan makan dam minum," kata Khofifah.

Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menurut hasil pemeriksaan tidak tertular Covid-19 langsung diarahkan ke tempat karantina dan baru boleh kembali ke daerah asal masing-masing setelah selesai menjalani karantina. "Ketersediaan tempat tidur di Asrama Haji cukup memadai, yakni sebanyak 650 unit dan bisa menampung empat kali kedatangan PMI," kata Khofifah.

Apabila Asrama Haji penuh, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan fasilitas karantina di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan di Kota Surabaya. Di samping itu, pemerintah menyiapkan sejumlah hotel untuk menampung pelaku perjalanan dari luar negeri yang membutuhkan fasilitas karantina.

Penyediaan fasilitas karantina bagi pekerja migran dan pelaku perjalanan dari luar negeri merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19. "Berbagai kesiapsiagaan telah dilakukan, dan semua ini sudah disimulasikan secara matang. Insya Allah kami bersama tim secara kolektif ikut mengawal dan mengawasi kedatangan dan penanganan PMI," kata Khofifah.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA